Sebagai seorang profesor dan rektor, harusnya bapak bisa memahami makna 'Berdasar Ketuhanan Yang Mahas Esa itu apa

Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang penanaman modal masih terus menjadi polemik, beberapa pihak menyesalkan adanya Perpres yang dikeluarkan Jokowi tersebut

Rektor Ibnu Chaldun, Musni Umar mengatakan bahwa Negara Indonesia berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa sesuai dengan Pasal 29 UUD 1945.

Menurutnya, Konsekuensi daripada itu, maka tidak boleh ada aturan yang bertentangan dengan sila pertama ketuhanan Yang Maha Esa tersebut.

Lewat akun Twitter pribadinya @musniumar Musni Umar mengatakan "Negara kita berdasar atas 'Ketuhanan Yang Mahas Esa' (Pasal 29 UUD45). Konsekuensinya tidak boleh ada UU atau Peraturan yang bertentangan dengan Ketuhanan Yang Maha Esa seperti Larangan Jilbab di Sekolah dan investasi miras," tulisnya. dikutip, Senin, 1 Maret 2021.

Terkait hal tersebut, Ferdinand Hutahaean yang dikenal aktif memberikan pendapat di media sosial dengan tegas membantah
pernyataan Musni Umar tersebut.

"Maaf Pak Murni, saya sebetulnya tak tega bilang pendapat bapak ini bodoh," cuit Ferdinand di akun Twitternya @Ferdinandhaean3, Senin, 1 Maret 2021.

Pria asal Sumatera Utara tersebut mengungkapkan bahwa Musni Umar sudah salah memahami soal makna sila pertama Pancasila..

"Sebagai seorang profesor dan rektor, harusnya bapak bisa memahami makna 'Berdasar Ketuhanan Yang Mahas Esa itu apa, " kata dia.

Tidak ada kaitannya dengan accesories, tapi ini soal pengakuan kita meyakini hanya satu Tuhan. Bodoh!," tulisnyanya.