Dalam skema Walk-in, peserta akan mengikuti proses vaksinasi, mulai dari skrining, penyuntikan, dan observasi di dalam function room yang luas

Kawasan Pariwisata The Nusa Dua Bali, yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), menjadi tuan rumah kegiatan vaksinasi COVID-19 bagi pelaku industri pariwisata di Bali  yang berlangsung mulai 27 Februari hingga 3 Maret 2021.  Kegiatan vaksinasi yang menyasar 5.000 peserta dari kalangan pelaku industri pariwisata, transportasi publik, dan mitra pengemudi Grab ini, diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), venue konvensi terbesar di Indonesia yang terletak di dalam Kawasan Pariwisata The Nusa Dua Bali.   

Kegiatan vaksinasi bagi pelaku industri pariwisata bertempat di dalam kawasan The Nusa Dua ini akan diselenggarakan secara bertahap dalam dua skema yaitu skema Walk-in dan skema Drive-Thru.  Dalam skema Walk-in, peserta akan mengikuti proses vaksinasi, mulai dari skrining, penyuntikan, dan observasi di dalam function room yang luas. Sementara dalam skema Drive-Thru peserta akan mengikuti proses vaksinasi tanpa perlu turun dari mobil di area outdoor BNDCC.  

Pemilihan BNDCC sebagai lokasi kegiatan vaksinasi merupakan langkah yang tepat mengingat BNDCC memiliki kapasitas dan fasilitas penunjang yang memadai untuk menggelar acara berskala besar. Selain itu, The Nusa Dua juga telah menerapkan protokol Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) secara ketat sehingga dapat mendukung penyelenggaraan kegiatan vaksinasi tersebut berjalan dengan aman dan nyaman, baik bagi peserta, tenaga kesehatan yang bertugas, maupun seluruh pihak yang terlibat. 

Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, "Kami merasa bangga bahwa BNDCC yang berada di kawasan The Nusa Dua terpilih sebagai salah satu lokasi pusat vaksinasi pelaku industri pariwisata di Bali. Hal ini menunjukkan kepercayaan stakeholders terhadap kelengkapan fasilitas pendukung maupun keamanan The Nusa Dua, khususnya terkait penerapan protokol CHSE, sehingga mereka mau berkunjung dan beraktivitas di tengah masa tatanan kehidupan baru di destinasi pariwisata yang kami kelola ini. Kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mendorong semakin banyak orang memilih The Nusa Dua sebagai pilihan tempat menyelenggarakan kegiatan, berwisata, maupun beraktivitas lainnya.”. 

Pemberlakuan protokol CHSE secara ketat di Kawasan The Nusa Dua dapat berjalan berkat komitmen ITDC sebagai pengelola untuk menerapkan protokol CHSE dalam kawasan secara konsisten serta  upaya ITDC mendorong tenant untuk melakukan sertifikasi CHSE.  Tercatat hingga saat ini, 22 tenant dalam Kawasan The Nusa Dua telah mengantongi sertifikasi CHSE dan Labelling Indonesia Care dari Kemenparekraf RI. Labelling ini diberikan kepada usaha pariwisata yang dinilai sudah memenuhi protokol CHSE untuk beroperasi pada tatanan kehidupan era baru, sehingga dapat dipercaya oleh wisatawan untuk dikunjungi atau beraktivitas di tempat-tempat tersebut. 

“Kami berterima kasih atas perhatian semua pihak khususnya Pemerintah terhadap pelaku pariwisata di Bali dengan adanya vaksinasi ini.  Dengan mulainya vaksinasi bagi pelaku pariwisata di Bali serta penerapan protokol CHSE secara konsisten, kami optimistis dapat meningkatkan keyakinan wisatawan untuk datang ke Bali khususnya The Nusa Dua. Dan kami percaya dengan upaya dan kerjasama yang erat oleh semua pihak baik Pemerintah maupun pelaku usaha pariwisata, akan dapat mempercepat kebangkitan pariwisata Indonesia," tutup Ardita.