IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,8 persen tahun ini.

Dana Moneter Internasional (IMF) menilai pemulihan ekonomi Indonesia memiliki prospek positif. Tahun ini, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,8 persen tahun ini dan meningkat jadi enam persen di 2022.

Dewan Eksekutif IMF menyebut perekonomian Indonesia secara bertahap pulih ditopang tanggapan kebijakan yang berani, komprehensif, dan terkoordinasi untuk mengatasi kesulitan sosial-ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi covid-19 pada paruh pertama 2020.

"Ini didukung langkah-langkah kebijakan yang kuat, termasuk peningkatan investasi publik dan rencana distribusi vaksin covid-19, serta kondisi ekonomi dan keuangan global yang membaik," tulis keterangan resmi IMF, Rabu, 3 Maret 2021.

Inflasi diproyeksikan meningkat secara bertahap hingga tiga persen (yoy) pada akhir 2021. Defisit transaksi berjalan diproyeksikan melebar menjadi 1,5 persen dari PDB pada 2021. Ini mencerminkan impor yang lebih tinggi yang didorong oleh pemulihan ekonomi.

Sementara itu, pertumbuhan kredit diperkirakan akan meningkat pada tahun ini dengan aktivitas yang lebih kuat, meskipun tetap di bawah pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nominal karena peningkatan risiko terhadap kualitas aset dan profitabilitas bank.

Namun begitu, IMF mengatakan ketidakpastian seputar prospek pertumbuhan lebih besar dari biasanya. Vaksinasi awal yang meluas merupakan risiko kenaikan, sementara penundaan dapat menyebabkan pandemi yang lebih berlarut-larut sehingga ada risiko penurunan.

"Dampak keuangan makro dari pandemi dan kemerosotan ekonomi bisa lebih besar dari yang diperkirakan, dan kondisi kredit bisa lambat untuk diperbaiki," lanjut keterangan IMF tersebut.

Airangga Optimis 5,3 Persen
 
Pemerintah meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan pulih pada tahun 2021 di kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen year on year (yoy). Hal tersebut sejalan dengan pemulihan perekonomian global yang diperkirakan akan tumbuh di rentang 4 persen hingga 5,5 persen di tahun ini. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, proyeksi tersebut didukung oleh perkembangan penanganan pemerintah terhadap pandemi Covid-19 yang semakin baik. Ini tercermin dari tren angka kesembuhan yang meningkat hingga 85,88 persen dan tren angka kematian yang terus menurun hingga 2,71 persen.

“Pemerintah melalui berbagai kebijakan terus mengupayakan agar laju penyebaran virus bisa ditekan sehingga kesehatan dan perekonomian kita dapat pulih kembali,” ujar Menko Airlangga dalam acara MNC Group Investor Forum 2021 yang hadir secara daring, Selasa (2/3).

Airlangga menerangkan, perekonomian Indonesia yang didominasi oleh konsumsi domestik menunjukkan tren yang meningkat. Aktivitas manufaktur masih berada pada level ekspansif 50,9 pada Februari 2021, sementara indeks kepercayaan konsumen juga terus membaik. 

Selain itu, permintaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus meningkat. "Ini mencerminkan pulihnya tingkat kepercayaan publik. Di saat yang sama, realisasi investasi juga meningkat, mencerminkan persepsi positif investor," imbuh Airlangga. 

Indikator lainnya juga menunjukkan perbaikan, seperti penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar rupiah, kenaikan harga komoditas, dan surplus neraca perdagangan yang mencapai 21,74 miliar dolar AS pada tahun 2020 atau tertinggi sejak tahun 2011. 

"Berdasarkan perkembangan tersebut, pemulihan ekonomi Indonesia sudah berada pada jalur yang tepat. Indonesia juga merupakan salah satu negara yang mampu menurunkan angka kematian sembari mempertahankan kinerja ekonomi yang relatif baik," tegas Menko Perekonomian yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).