Penyidik menetapkan enam orang sebagai tersangka karena melanggar Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan terhadap anggota kepolisian

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menetapkan enam orang Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50, sebagai tersangka. Keenam orang pengikut Habib Rizieq Shihab tersebut diduga melanggar Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Keenam orang tersebut diketahui sudah dimakamnya beberapa hari pasca kejadian berdarah tersebut. 

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan penyidik telah melakukan rapat koordinasi bersama Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung pada Selasa (02/03/2021).

“Untuk dugaan unlawful killing, penyidik sudah membuat LP (Model A) minggu lalu. Iya (tiga orang pelapor anggota Polda Metro Jaya),” kata Andi Rian pada Rabu (03/03/2021).

Namun, ia tidak menyebut identitas tiga orang pelapor tersebut. Hanya saja, kata dia, penyidik langsung mencari bukti permulaan untuk menentukan ada atau tidak tindak pidana.

“Kalau di-unlawful killing, itu artinya anggota Polri yang membawa empat orang. Kita lakukan penyelidikan dulu untuk temukan bukti permulaan. Kan permulaan dulu baru ditentukan naik sidik,” ujarnya.

Setelah itu, kata Andi, penyidik menetapkan enam orang sebagai tersangka karena melanggar Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan terhadap anggota kepolisian. Makanya, berkas dikonsultasikan gelar perkara dengan Kejaksaan Agung.

“Sudah ditetapkan tersangka. Kan itu harus diuji makanya kita ada kirim ke jaksa biar diteliti, biar nanti apa hasil teman-teman jaksa yang tergabung dalam tim,” jelasnya.

Menurut dia, polisi akan melanjutkan pengusutan kasus ini selama proses penyidikan. Namun, kasus tersebut bisa dihentikan apabila jaksa berpendapat lain. Sebab, enam orang tersangka telah meninggal saat insiden KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (07/12/2020).

“Untuk kasus penyerangan terhadap anggota Polri oleh laskar FPI, berkas perkara segera dilimpahkan ke JPU untuk dilakukan penelitian. (Penghentian kasus) itu kan bisa di penyidikan, bisa di penuntutan,” pungkasnya.

Menanggapi pemberitaan tersebut, netizen yang diketahui adalah seorang penulis ternama Zara Zettira dengan akun @zarazettirazr menanggapi dengan sangat singkat, "Speechless," yang berarti dirinya tak bisa berkomentar/berkata apa-apa. Tak lupa Zara Zettira juga menautkan pemberitaan terkait penetapan tersangka terhadap 6 Laskar FPI yang tewas ditembak dari salah satu media daring.

Tautannya tersebut tak ayal pun mengundang komentar beragam dari follower-nya yang umumnya bernada prihatin. rinnjanni.97 dengan akun @rinnjanni mencuit, "Ya udah...kalo mereka tersangka, tunjukkan... mana korbannya.... Jika pengadilan dunia tidak bisa diharapkan keadilannya....biarlah mubahalah yg bekerja....kabulkanlah yaa Allah..."

Vie melalui akun @Vay43078800 turut berkomentar, "Jasad itu tidak bisa membela diri . Silahkan berbuat semau kalian. Fitnah sepuas hati kalian. Dan kelak rasakan penyesalan kalian yg tiada akhir, dan nikmatilah kerak neraka jahanam . Hamba hanya bisa memohon kepada Mu Yaa Allah."

Cuma RAKYAT BIASA melalui akun @Sunarya17452956 juga turut berkomentar, "Kalau dlm film², ada penjahat dan ada jagoan. Kalau 6 laskar FPI sbg tersangka (penjahat), yg jadi jagoan siapa...??