Bareskrim Polri menetapkan 6 orang laskar Front Pembela Islam (FPI) anak buah Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka

Bareskrim Polri menetapkan 6 orang laskar Front Pembela Islam (FPI) anak buah Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka dalam kasus 'baku tembak' di Tol Jakarta-Cikampek (Japek).

"Iya jadi tersangka 6 orang itu sudah kita tetapkan tersangka," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum), Brigjen Andi Rian Djajadi.

Ia mengatakan, setelah ditetapkan sebagai tersangka, selanjutnya harus diuji. "Makanya kami ada kirim ke jaksa, biar jaksa teliti," katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, 6 laskar FPI itu bisa ditetapkan sebagai tersangka meskipun sudah meninggal dunia. Seperti dikutip detikcom, menurut Andi, nantinya pengadilan yang akan memutuskan.

"Iya, bisa lah. Kan jadi tersangka dulu baru nanti pengadilan yang putuskan bagaimana ke depan," tuturnya.

"Ke depannya berkas akan dilimpahkan ke jaksa. (Penghentian kasus) itu kan bisa di penyidikan, bisa di penuntutan," kata Andi.

Sebelumnya, Bareskrim Polri memaparkan hasil gelar perkara bersama pihak Kejagung. Keputusan gelar perkara berkas kasus Km 50 itu akan segera dilimpahkan ke jaksa.

"Hasil rapat koordinasi penyidik Bareskrim bersama Jampidum (Jaksa Agung Muda Pidana Umum) dan tim pada hari Selasa, tanggal 2 Maret 2021, untuk kasus penyerangan terhadap anggota Polri oleh laskar FPI, berkas perkara segera dilimpahkan ke JPU untuk dilakukan penelitian," kata Andi.

Andi menjelaskan, untuk dugaan unlawful killing yang dilakukan oleh anggota Polri, penyidik sudah membuat laporan polisi (LP). Saat ini penyelidikan sudah berlangsung.

"Untuk dugaan unlawful killing, penyidik sudah membuat LP dan sedang dilakukan penyelidikan untuk mencari bukti permulaan," ungkapnya.