Tak sedang bercanda, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyebut PT Freeport Indonesia (Freeport) adalah investasi kelam. Maksudnya apa?

Ke depan, kata Bahlil, pemerintah harus mengambil peran aktif dalam pemanfaatan berbagai ranah investasi di dalam negeri. Baik bagi investasi asing maupun lokal. Hal itu, menurutnya, berkaca kepada investasi Freeport di tanah Papua. Dinilai Bahlil, sebagai salah satu pengalaman kelam Indonesia dalam mengurus masalah investasi asing di Tanah Air. "Freeport itu menjadi pengalaman kelam bagi kita. Dulu tahun 1970-an ketika Freeport dibangun, negara belum ikut mengambil bagian secara maksimal," kata Bahlil dalam telekonferensi di acara Investor Forum, Rabu (3/3/2021).

Terkait pengelolaan sumber daya alam, Bahlil mengakui, kesalahan masa lalu adalah membiarkan sumber daya dikeruk habis. Tanpa memikirkan keberlangsungan di masa depan. "Masa keemasan kayu kita dulu siapa yang enggak kenal sama Indonesia, kayu Lok, Merbau? habis sekarang," ungkapnya.

Bahkan kekayaan alam yang dimiliki tidak bisa membuat Indonesia menjadi pemain dunia. "Tapi tidak ada satu industri mebel yang betul-betul menjadi pemain 10 besar dunia," ujar Bahlil.

Begitu juga dengan emas yang dikelola Freeport, Newmont dan perusahaan lainnya. Cadangan emas yang dimiliki Indonesia segera habis. "Kita punya masa keemasan emas, Freeport, Newmont dan segala macam, sebentar lagi habis," kata dia.

Hal yang sama juga pada cadangan batubara yang segera habis karena tidak adanya hilirisasi. Saat ini baru ada dua perusahaan dari Eropa dan Amerika yang baru mau mengelola metanol dan gas. Sementara selama ini untuk memenuhi kebutuhan yang ada selalu impor. "Kita masih impor gas per tahun itu 5,4 juta mmbtu," katanya.

Pun dengan hasil laut. Sebagai negara kepulauan produk perikanan Indonesia kalah saing dengan Thailand dan Vietnam. Mereka bisa mengelola sektor perikanan lebih efisien. "Kita ini sering dibilang bahwa negara kaya, tapi kita tidak pernah menjadi pemain-pemain utama pada barang-barang spesifik," tandasnya.