Bagi sebagian kalangan, nama Prajogo Pangestu identik dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Sepanjang 2020, mesin uang sang konglomerat itu, mampu meraup cuan besar.

Chandra Asri Petrochemical, industri petrokimia milik Prajogo itu, membukukan laba bersih pada 2020, yang diatribusikan ke entitas induk senilai US$51,35 juta. Dengan asumsi nilai tukar (kurs) Rp14.245/US$, capaian tersebut setara dengan Rp774 miliar. Angka yang cukup signifikan di zaman ekonomi sulit karena pandemi COVID-19.

Direktur Chandra Asri Petrochemical, Suryandi mengatakan, pemulihan permintaan bahan kimia meningkat pada kuartal IV 2020 seiring dengan ekonomi yang perlahan-lahan membaik dari lockdown. Adapun, rebound konsumsi yang kuat terutama berasal dari China dan Asia Timur Laut. "Tren positif yang terjadi pada kuartal IV 2020 itu dapat berlanjut hingga 2021. Kami pruden, tetapi optimis akan ketahanan berkelanjutan dan pertumbuhan pada permintaan," ujar Suryandi, dikutip dari laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/3/2021).

Capaian laba Chandra Asri ini melejit 124,4 persen jika dibanding laba bersih pada 2019 yang hanya US$22,88 juta. Laba per saham dasar (dalam nilai penuh) emiten bersandi saham TPIA ini naik menjadi US$0,0029 dari sebelumnya hanya US$0,0013.

Namun pendapatan bersih perusahaan milik orang terkaya nomor 3 di Indonesia ini tercatat turun. Chandra Asri membukukan pendapatan bersih sebesar US$1,80 miliar, atau turun 3,9 persen dibanding pendapatan di 2019 yang mencapai US$1,88 miliar.

Penjualan TPIA sepanjang 2020, terdiri atas penjualan lokal senilai 1,3 miliar dolar AS, penjualan luar negeri senilai 496,31 juta dolar AS, dan sewa tangki dan dermaga senilai 9,40 juta dolar AS.

Beberapa beban Chandra Asri pun terpantau mengalami penurunan. Beban pokok pendapatan menurun 3,9 persen dari sebelumnya US$1,71 miliar menjadi US$1,64 miliar. Beban umum dan administrasi juga terpantau turun 21,61 persen menjadi US$33,73 juta. Namun, TPIA membukukan kenaikan beban keuangan, dari US$56.38 juta menjadi US$64,97 juta. Per 31 Desember 2020, jumlah aset Chandra Asri senilai US$3,59 miliar, terdiri dari liabilitas senilai US$1,78 miliar dan ekuitas senilai US$1,81 miliar.