Beberapa waktu lalu, Airlangga juga sempat menemui Ketua Umum Partai NasDem. Mereka membahas agenda politik 2024. 

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada hari ini Rabu (3/3). Sebelumnya, Airlangga sempat menemui Ketum NasDem Surya Paloh dan Ketum PPP Suharso Monoarfa.

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad membenarkan pertemuan Airlangga dan Prabowo. Namun, kata dia, pertemuan tersebut bukan pertemuan khusus.

"Pertemuan itu di holding room saat sidang kabinet bukan pertemuan khusus," kata Dasco, Rabu (3/3).

Sementara, sehari sebelumnya pada Selasa (2/3) kemarin, Ketum Airlangga Hartarto menemui Ketum PPP Suharso Manoarfa. Pertemuan diunggah dalam akun Instagram resminya masing-masing. Keduanya memakai batik sambil berfoto mengacungkan jari jempol.

Dalam akun Instagramnya, Suharso mengungkapkan bahwa pertemuan dengan Airlangga dengan kapasitas sebagai pejabat negara. Keduanya juga makan siang bersama.

"Siang ini, saya menerima kunjungan sahabat, rekan saya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Bapak Airlangga Hartarto," kata Suharso seperti dikutip di akun Instagramnya, Rabu (3/3).

"Saat makan siang tiba, saya mengajak beliau menyantap makanan khas nusantara seperti soto, ayam, tahu, perkedel, jagung dan sate ayam," tambahnya.

Suharso melanjutkan, di sela sela makan siang dia dengan Airlangga berbincang santai mengenai prospek ekonomi Indonesia kedepan.

"Saya dan Bapak Airlangga optimis perekonomian Indonesia dapat pulih kembali setelah adanya vaksinasi," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas itu.

Sebelumnya lagi, beberapa waktu lalu, Airlangga juga sempat menemui Ketua Umum Partai NasDem. Mereka membahas agenda politik 2024. 

Respons PDIP

Politikus PDIP Hendrawan Supratikno menilai, safari politik Airlangga merupakan hal wajar dalam politik. Menurutnya, komunikasi dan silaturahmi antara ketum parpol adalah hal biasa.

"Safari, silaturahmi, komunikasi, dan berbagai bentuk mediasi, hal yang wajar-wajar saja dalam politik," katanya lewat pesan singkat, Kamis (4/3).

Anggota Baleg DPR ini menambahkan, sikap Airlangga tidak perlu dimaknai berlebihan, apakah untuk kepentingan 2024 atau tidak. Dia bilang, agenda politik 2024 masih jauh.

"Tak ada yang perlu dimaknai atau ditafsirkan secara berlebihan. 2023-2024 masih jauh," ucapnya.
PDIP, kata dia, masih fokus membangun kekuatan untuk menghadapi masa sulit akibat pandemi. Sehingga, agenda politik dikesampingkan dulu.

"Kami fokus dulu pada upaya membangun kesadaran dan gotong royong membangun kekuatan untuk menghadapi masa-masa sulit ini. Akrobatik politik dinomorduakan," pungkasnya.