Risma melakukan berbagai manuver "blusukan" yang juga kerap dilakukan oleh Jokowi ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.

Nama Mensos Tri Rismaharini alias Risma bakal menjadi pesaing kuat Anies Baswedan di Pilgub DKI 2024. Sebab, merujuk survei elektabilitas calon gubernur DKI Jakarta yang baru dirilis oleh Nusantara Strategic Network (NSN) menunjukkan persaingan ketat antara Risma dengan Anies.

Bahkan, secara mengejutkan, Risma yang baru saja ditunjuk oleh Jokowi sebagai Mensos mengungguli Anies dengan capaian elektabilitas sebesar 34,0 persen.

Sedangkan capaian elektabilitas Anies adalah sebesar 32,8 persen. Sebelum menjadi Mensos, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, Jawa Timur.

Setelah ditarik ke pusat oleh Jokowi, yang juga merupakan politisi PDI-P, Risma lantas melakukan berbagai manuver "blusukan" yang juga kerap dilakukan oleh Jokowi ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.

Direktur Program NSN Riandi mengatakan, popularitas Risma sudah sangat tinggi ketika memimpin Surabaya.

Perempuan 59 tahun ini berhasil membawa Surabaya memenangkan berbagai penghargaan prestisius, seperti penghargaan pengelolaan taman terbaik se-Indonesia dan Adipura Kencana.

"Hadirnya Risma di Jakarta memberi angin segar bagi warga Jakarta, menjadi figur alternatif yang diharapkan dapat memperbaiki Ibu Kota sebagaimana yang telah dilakukan Risma di Surabaya," ujar Riandi.

Selain nama Risma dan Anies, dikutip Tribunnews, beberapa nama lain yang muncul di bursa calon gubernur DKI Jakarta adalah:

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang kini menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno yang meraih elektabilitas 4,8 persen,

Ketua umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang meraih elektabilitas 3,3 persen,

Politisi muda Partai Solidaritas Indonesia Tsamara Amany Alatas yang meraih elektabilitas 2,8 persen,

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang meraih elektabilitas 2,5 persen,

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar yang meraih elektabilitas 2,3 persen,

Selebritas Raffi Ahmad yang meraih elektabilitas 1,8 persen,

Politisi Nasdem Ahmad Sahroni yang meraih elektabilitas 1,5 persen,

Mantan cawagub DKI dari PKS Nurmansyah Lubis yang meraih elektabilitas 1,3 persen,

Politikus Abraham Lunggana yang meraih elektabilitas 1,0 persen.

“Masih ada 9 nama lain yang belum terlalu berhasil menarik dukungan publik Jakarta, dengan hanya meraih elektabilitas di bawah 1 persen,” kata Riandi.

Selain itu masih ada 10,1 persen responden yang menyatakan tidak tahu/tidak menjawab.

NSN melakukan survei pada 20-27 Februari 2021, secara tatap muka kepada 400 responden mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta.
Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error ±4,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.