Para menteri sibuk menjaring investor masuk Indonesia. Khususnya di sektor strategis, salah satunya mobil listrik. Sesuai keinginan Presiden Joko Widodo, menjadikan Indonesia kiblat industri kendaraan listrik di masa depan.

Setelah Tesla batal membangun industri mobil setrum di tanah air, sejumlah menteri melakukan pendekatan kepada berbagai pihak, demi berburu invetor. Termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Disampaikan Sri Mulyani, pada Rabu (3/3/2021), dirinya menggelar pertemuan dengan Duta Besar Jepang anyar, yakni Mr Kanasugi Kenji di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut banyak hal dibicarakan, termasuk masalah tadi. Peluang Jepang membangun industri mobil listrik di tanah air.

"Pada courtesy call yang dilakukan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia yang baru, Mr. Kanasugi Kenji, hari Rabu (3/3), saya bertukar pikiran mengenai peluang hubungan kerja sama kedua negara," ucap Sri Mulyani dikutip dari laman instagramnya, Kamis (4/3/2021). ⁣

Sri Mulyani menyampaikan, terbitnya Omnibus Law UU Cipta Kerja yang merupakan bagian yang sangat penting dalam reformasi struktural di Indonesia, maka investor termsuk dari Jepang akan semakin tertarik berinvestasi di Indonesia. ⁣ "Industri otomotif Jepang telah tumbuh dengan sangat baik di Indonesia. Oleh karenanya, saya mengajak pemerintah Jepang untuk berpartisipasi dalam pengembangan kendaraan listrik. Apalagi dengan adanya pembangunan Pelabuhan Patimban, tentunya diharapkan akan meningkatkan kualitas supply chain industri otomotif," paparnya.

Dikatakan Sri Mulyani, Pemerintah Indonesia pun memberikan insentif fiskal bagi pengembangan electric vehicle tersebut. "Ini merupakan kesempatan yang besar bagi Jepang untuk berinvestasi di Indonesia,' ucapnya.

Tak hanya otomotif, Sri Mulyani menyebut, beberapa manufaktur yang lain juga memiliki kesempatan untuk melakukan bisnis di Indonesia, diantaranya sektor pendidikan, kesehatan, zona ekonomi khusus yang menciptakan zona untuk produksi manufaktur terutama yang berorientasi ekspor.⁣ "Saya harap hubungan Indonesia-Jepang yang sudah lama terjalin baik dapat terus berlangsung, tidak hanya perdagangan internasional, tetapi juga membuka berbagai peluang investasi lain di Indonesia!," pungkasnya.