Kebakaran hutan dan lahan memberikan dampak yang luar biasa di berbagai sektor baik kesehatan, ekonomi, pendidikan, transportasi, sosial hinggal politik

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Moh. Mahfud MD menyampaikan bahwa penting untuk penguatan koordinasi dan sinergitas penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada tahun 2021.

Menko Polhukam menyampaikan bahwa Karhutla merupakan hal yang sudah terjadi sejak dahulu dan berulang setiap tahun di beberapa wilayah di Indonesia. Pemerintah juga berkomitmen untuk melaksanakan penanggulangan Karhutla sebagai wujud kehadiran negara bagi masyarakat.

“Kebakaran hutan dan lahan memberikan dampak yang luar biasa di berbagai sektor baik kesehatan, ekonomi, pendidikan, transportasi, sosial hinggal politik,” jelas Menko Polhukam saat memberikan sambutan kunci di acara Sharing Knowledge Rakornas Penanggulangan Bencana tahun 2021 di Jakarta, Jumat (5/3/2021).

Menko Polhukam mengungkapkan bahwa pada Januari 2021 telah terjadi 137 peristiwa Karhutla yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimatan Tengah, Sulawesi Tenggaran, dan Papua.

“Kemenko Polhukam memiliki tugas untuk mengoordinasikan kebijakan penanggulangan Karhutla secara terencana, terpadu, dan menyeluruh. Mengoordinasikan dan mengendalikan K/L dalam upaya penanggulangan Karhutla, dan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap penanggulangan Karhutla,” terangnya.

Sesuai dengan pelaksanaan Inpres No. 3 tahun 2020, Kemenko Polhukam telah melaksanakan Rapat Koordinasi Khusus membahas Evaluasi dan Antisipasi Karhutla tahun 2021, Pemantauan dan Pengendalian di daerah rawan Karhutla, dan Kemenko Polhukam juga telah memberikan rekomendasi kebijakan dalam rangka penanggulangan Karhutla setiap tahun.