Polri terus melakukan upaya-upaya untuk mencegah adanya vaksin palsu maupun penyalahgunaan vaksin COVID-19 di Indonesia.

Polri terus melakukan upaya-upaya untuk mencegah adanya vaksin palsu maupun penyalahgunaan vaksin COVID-19 di Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Pol. Rusdi Hartono mengatakan, bahwa pihaknya bakal membantu lembaga atau instansi terkait yang berwenang dalam proses vaksinasi.

"Ada pihak yang bertanggungjawab di situ dan tentunya Polri akan mem-backup untuk mengantisipasi vaksin palsu itu," kata Rusdi.

Rusdi juga mengatakan, Polri juga bakal mengawasi ketat proses pelaksanaan vaksinasi tersebut. Sehingga, pengawasan bukan hanya dalam pengadaan vaksin tersebut.

Pengawasan itu, kata dia, dilakukan agar tak ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan saat melakukan program vaksinasi.

"Masalah pendataan, dan sebagainya itu sudah diatur. Jadi kalau ada pihak-pihak yang berupaya mengambil keuntungan dari kegiatan seperti ini, tentunya sudah melanggar hukum. Polri akan mengambil langkah-langkah," tambahnya lagi.

Sebelumnya, Interpol berhasil membongkar sindikat distributor vaksin palsu di pasar global China dan Afrika Selatan.

Melalui pernyataan pada Rabu (3/3), Interpol berhasil membongkar gudang tempat sekitar 400 ampul atau setara 2.400 dosis vaksin Corona palsu di sebuah gedung di Germiston, Gauteng, Afrika Selatan.

"Petugas juga menemukan sejumlah besar masker 3M palsu dan menangkap tiga warga negara China dan seorang warga Zambia," papar Interpol.

Sementara itu di China, Interpol juga berhasil mengidentifikasi jaringan yang menjual vaksin COVID-19 palsu. Aparat berhasil merazia gudang produksi, menyita lebih dari 3.000 dosis vaksin palsu, dan menahan sekitar 80 orang tersangka.