Menurut Tigor, salah satu cara Tito memancing perhatian Anies adalah dengan cara Kemendagri memberikan penghargaan kepada Pemprov DKI Jakarta. Diketahui akhir Desember 2020 Pemprov DKI meraih penghargaan dari Kemendagri sebagai provinsi terinovatif

Elektabilitas atau tingkat keterpilihan Gubernur DKI Jakarta, Rasyid Anies Baswedan sebagai calon presiden masih tinggi. Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga survei terkemuka, Anies selalu berada di posisi tiga besar bersama-sama dengan Prabowo Subianto.

Kondisi inilah yang akhirnya membuat banyak tokoh berupaya menempel ke Anies agar popularitas dan elektabilitas mereka ikut terkerek. Ketua Umum Pasukan Tetap Joko Widodo (Pak Tejo) Tigor Doris Sitorus menduga, salah satu tokoh yang berupaya menarik perhatian Anies Baswedan adalah Mendagri Tito Karnavian.

"Ada dugaan Tito sedang mengalami turbulensi popularitas sehingga menebeng popularitas melalui Anies Baswedan. Jadi semacam pansos (panjat sosial) begitu," kata Tigor kepada wartawan, Senin (08/03/2021).

Menurut Tigor, salah satu cara Tito memancing perhatian Anies adalah dengan cara Kemendagri memberikan penghargaan kepada Pemprov DKI Jakarta. Diketahui akhir Desember 2020 Pemprov DKI meraih penghargaan dari Kemendagri sebagai provinsi terinovatif.

Terbaru Kemendari memberikan penghargaan Karya Bhakti Peduli Satpol PP kepada Pemprov DKI Jakarta. Penghargaan itu sendiri sebagai apresiasi Mendagri Tito Karnavian terhadap kepala daerah yang memberikan dukungan penuh dalam peningkatan peran, tanggung jawab serta peningkatan tugas dan fungsi Satpol PP di daerah.

"Ini bukanlah salah Anies, tapi Tito Karnavian yang terlalu reaktif pengen jadi cawapres Anies," kata Tigor.

Tito menyarankan, apabila Tito ingin dilirik di Pilpres 2024 lebih baik dia membuat gebrakan di Kemendagri. 

"Jangan malah cari sensasi dengan salah satu calon kuat presiden," sindir Tigor. 

Tigor mengungkapkan, banyak hal yang perlu dikerjakan Tito di Kemendagri untuk membantu Presiden Jokowi agar rakyat bisa bertahan dalam menghadapi masa pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. 

"Jadi bukan malah sibuk manuver mencitrakan diri supaya masuk pada pusaran survei presiden 2024," tandas Tigor.