kubu Moeldoko tak ramai-ramai mendaftar ke Kemenkumham seperti kubu Agus Harimurti Yudhyono (AHY). Kubu Moeldoko disebut menghormati protokol kesehatan.

Dokumen hasil acara politik yang diklaim sebagai Kongres Luar Biasa Partai Demokrat (KLB PD) telah diserahkan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Penyerahan hasil KLB Demokrat kubu Moeldoko itu dipimpin Jhoni Allen Marbun pada Senin (15/03/2021) sore kemarin.

"Saya ingin menanggapi bahwa kemarin (petang) telah diterimanya hasil KLB Partai Demokrat versi Pak Moeldoko. Diterima oleh Dirjen Kumham AHU, Administrasi Hukum Umum, Pak Muhammad Thahjo yang di mana bahwa saya sangat mengapresiasikan bahwa Kumham khususnya AHU di sini sangat netral dan tidak berpihak ke pihak manapun, artinya di sini kemarin sempat kubu AHY meminta, mendatangi Kumham dan minta agar ditolaknya hasil KLB Deli Serdang versi Pak Moeldoko," kata panitia OC KLB PD Ilal Ferhard kepada wartawan, Selasa (16/3/2021).

Ilal Ferhad juga turut hadir dalam penyerahan hasil KLB Demokrat ke Kemenkumham kemarin sore. Jhoni Allen, yang didapuk menjadi Sekjen hasil KLB, disebut menyerahkan langsung ke Dirjen AHU Kemenkumham. Selain Jhoni Allen, turut hadir pendiri PD Ahmad Yahya.

"Tapi kemarin kami tim dan Pak Sekjen Jhoni Allen Marbun telah menyerahkan hasil dari KLB tersebut dan saya melihat sendiri, pendapat Pak Jokowi, Kumham sangat terlihat posisinya netral, dan proporsional dan tidak ada tebang pilih kubu A atau kubu B," ujar Ilal.

Ilal menyebut, usai penyerahan, menunggu hingga 3 hari ke depan. "Jadi itu saja apresiasi saya sebagai salah satu pendiri, kemarin telah diserahkan bersama dengan Pak Sekjen Jhoni Allen Marbun, perwakilan dari pendiri partai, Pak Ahmad Yahya, dan jubir Pak Rahmad, dan oleh beberapa kawan-kawan lain di situ sekitar 5 sampai 7 orang yang mendatangi dan menyerahkan hasil KLB Deli Serdang Ketum Pak Moeldoko. Seperti itu saja yang mau saya sampaikan. Kita tunggu 2-3 hari ke depan," ucapnya.

Ilal menjelaskan kubu Moeldoko tak ramai-ramai mendaftar ke Kemenkumham seperti kubu Agus Harimurti Yudhyono (AHY). Kubu Moeldoko disebut menghormati protokol kesehatan.

"Kami lebih baik menyerahkannya tidak perlu ada keramaian karena menghormati prokes COVID-19. Yang penting berkas dan dokumen bukti-bukti KLB Ketum Moeldoko beserta kepengurusan DPP pusat. Kalo kubu AHY kan panik dan AD/ART PD tahun 2020 abal-abal," katanya.