Politikus Partai Demokrat, Andi Arief menyinggung soal pendafataran kepengurusan versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief menyinggung soal pendafataran kepengurusan versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang yang dilakukan oleh kubu Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko.

Singgungan dilontarkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat itu di akun Twitter @Andiarief_ miliknya.

Awalnya, Andi Arief menyindir sikap Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly yang tak mau menyambut jajaran pengurus DPP Partai Demokrat yang diketuai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

"Menkumham boleh saja tak mau menemui partai dan pengurus resmi yang sudah dia setujui dalam SK nya sendiri," cuit Andi.

Atas sikap itu, katanya, Partai Demokrat tak mempersoalkan hal tersebut. Yang terpenting, jajarannya bisa mengetahui perkembangan pendaftaran kepengurusan yang dilakukan pengurus partai Demokrat versi KLB.

"Tapi bolehkah kami meminta bukti pendaftaran elektronik kubu KLB abal-abal?" katanya.

Sebelumnya, Partai Demokrat versi KLB yang dipimpin Ketua Umum Moeldoko resmi mendaftarkan hasil KLB Deliserdang ke Kemenkumham. Pendaftaran dilakukan pada Senin 15 Maret 2021.

Juru Bicara DPP Partai Demokrat pimpinan Moeldoko, Muhammad Rahmad, mengatakan Kemenkumham menerima kedatangan rombongannya dengan sangat baik. Berkas hasil KLB sudah diterima oleh Kemenkumham.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenkumham RI yang telah menerima dengan sangat baik, ramah dan terbuka," katanya, Selasa (16/3/2021).

Pendaftaran hasil KLB Deliserdang diterima langsung oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkumham Cahyo R Muzhar.