Kalau industri lain boleh tengkurap karena terdampak pandemi COVID-19, beda nasib dengan Indofood Grup yang dikenal sebagai produsen mie instan kakap di negeri ini. Labanya justru naik.

Dikutip dari CNBCIndonesia, Selasa (23/3/2021), emiten duo Indofood yang dimiliki Grup Salim, melaporkan kinerja keuangan moncer sepanjang 2020. Sama-sama membukukan kenaikan laba bersih. Dan, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), mencatatkan perlehan penjualan neto secara konsolidasi sebesar Rp81,73 triliun, mengalami peningkatan 7% dibandingkan Rp76,59 triliun tahun lalu.

Laba usaha meningkat 31% menjadi Rp12,89 triliun dari Rp9,83 triliun dengan marjin laba usaha sebesar 15,8%. Dengan demikian, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 32% menjadi Rp6,46 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp4,91 triliun. Adapun, marjin laba bersih meningkat menjadi 7,9% dari 6,4% dengan core profit yang meningkat sebesar 22% menjadi Rp5,96 triliun, sebelumnya Rp4,90 triliun.    

Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) Indofood, Anthoni Salim mengatakan, dalam kondisi operasional yang dinamis selama tahun 2020, Indofood tetap dapat membukukan kinerja yang konsisten melalui ketahanan dan ketangguhan dari model bisnis yang terintegrasi secara vertikal dan merek-merek yang dikenal konsumen.

"Untuk tahapan pengembangan ke depannya, kami akan tetap waspada dalam menjaga kesehatan karyawan kami, memperkuat integrasi vertikal dari model bisnis kami, meningkatkan kinerja yang telah dicapai, serta mengembangkan kemampuan kami dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan baru," kata Anthoni, dalam siaran pers, Selasa (23/3/2021).

Sementara itu, emiten produsen mie instan dengan merek Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), membukukan penjualan neto sebesar Rp 46,64 triliun dari tahun sebelumnya Rp 42,29 triliun.

Kenaikan penjualan bersih ini juga meningkatkan laba usaha ICBP menjadi Rp 9,20 triliun dari sebelumnya Rp 7,40 triliun. Dengan demikian, laba tahun berjalan yang diatribusikan ICBP sepanjang tahun 2020 sebesar Rp 6,58 triliun dari tahun sebelumnya Rp 5,03 triliun. Kenaikan laba ini juga mengerek laba per saham dasar perseroan menjadi Rp 565 per saham dari periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 432 per saham.