Ujang Komarudin mengatakan, Moeldoko seharusnya segera dipecat oleh Jokowi  karena telah mengganggu Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Pernyataan Direktur Eksekutif Indobarometer M. Qodari yang menyebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi pihak yang paling dimenangkan atas polemik yang melanda Partai Demokrat menuai reaksi beragam. 

Salah satunya datang dari Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin. Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini menyebut, Presiden Jokowi belum bisa dikatakan menang karena Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko yang terlibat dalam polemik Partai Demokrat belum mengundurkan diri.

Padahal, Kemenkumham telah menolak permohonan pengesahan Kongres Luar Biasa (KLB) versi Moeldoko di Sibolangit Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Jokowi belum menang. Karena Moeldoko, orang yang mengkudeta Partai Demokrat masih di KSP," kata Ujang Komarudin di Jakarta, Selasa (06/04/2021).

Ujang Komarudin mengatakan, Moeldoko seharusnya segera dipecat oleh Jokowi  karena telah mengganggu Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
 
"Masak iya, orang yang melakulan tindakan kudeta dibiarkan saja. Itu artinya belum menang. Jokowi belum bebas dari orang-orang yang aneh yang ada di lingkarannya," kata Ujang Komarudin.

"Jokowi bisa menang full jika bisa mengganti Moeldoko," imbuhnya.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari yang menyebut pemenang sesungguhnya dalam drama Partai Demokrat adalah Presiden Jokowi alias bukan SBY ataupun AHY.

“Karena dengan penolakan Kumham tersebut, Jokowi telah lepas dari cap atau tudingan pemecah Partai Demokrat,” kata dia.