gejala seperti ini akan hilang dengan sendirinya. Tanpa memerlukan pengobatan dokter.

Vaksinasi corona sudah berjalan lebih dari 2 bulan. Dari tenaga kesehatan, lansia, hingga pekerja publik mendapat giliran pertama. Serangkaian Kegiatan PascaImunisasi (KIPI) dirasakan penerima vaksin. Baik Sinovac maupun AstraZeneca.

Setelah disuntik vaksin, ada sejumlah efek samping yang bisa muncul dan hal itu normal terjadi. Biasanya, efek samping yang sering muncul adalah pusing dan mual. Namun Kemenkes menegaskan bahwa masyarakat tak perlu panik dengan gejala ini.

"Merasa pusing, mual, mengantuk atau lapar setelah divaksinasi? Tenang, ini termasuk kejadian wajar sebagai bentuk respons tubuh terhadap vaksin yang disuntikkan," tulis Kemenkes dalam akun Twitternya, Rabu (7/4).

Kata Kemenkes, gejala seperti ini akan hilang dengan sendirinya. Tanpa memerlukan pengobatan dokter.

"Namun apabila kamu mengalami gejala serius segera laporkan kejadiannya ke http://keamananvaksin.kemkes.go.id. atau fasyankes terdekat ya," tutur Kemenkes.



Vaksin COVID-19 disuntikkan untuk mendorong tubuh membentuk antibodi yang berguna dalam melawan infeksi virus corona. Meski begitu, dibutuhkan waktu sebelum antibodi terbentuk dan bisa berfungsi dengan maksimal.

Umumnya, antibodi terbentuk dalam satu bulan setelah vaksin corona dosis pertama. Namun, kinerja antibodi baru akan maksimal pada 28-35 hari setelah suntikan kedua vaksin corona. 

Maka dari itu, penerapan protokol kesehatan tetap perlu dilakukan meski sudah mendapatkan vaksin. Selain itu, ada hal lain yang juga perlu diperhatikan setelah mendapatkan vaksin COVID-19, salah satunya efek samping.

Penting untuk mengetahui apa saja efek samping vaksin dan kapan harus mewaspadai gejala yang muncul. Meski normal terjadi, efek samping dan gejala yang muncul tetap harus dimonitor.