Kementerian Perdagangan terus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menggiatkan terciptanya 1500 UKM ekspor yang terdiri atas eksportir lama dan baru

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) menyelenggarakan seminar web “Ngobrol Ekspor” seri pertama dengan tema “Prosedur Ekspor Kayu Olahan”, pada Selasa (6/4). Direktur Jenderal PEN Kasan mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya Kementerian Perdagangan mendorong peningkatan ekspor produk kayu olahan.

“Kegiatan ini sebagai salah satu wujud respons pemerintah menghadapi perubahan kondisi ekonomi global akibat pandemi Covid-19, perkembangan teknologi, dan perubahan arus barang yang cepat. Selain itu, kami berharap diskusi ini dapat memotivasi para pelaku usaha untuk meningkatkan ekspor dan mengatasi berbagai permasalahan ekspor, khususnya produk kayu olahan,” kata Kasan.

Kasan menjelaskan, “Ngobrol Ekspor” seri pertama ini memberikan sosialisasi  penyederhanaan prosedur, peraturan, dan informasi lainnya tentang ekspor produk kayu olahan. Hal itu guna meningkatkan akses pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

Pemerintah, lanjut Kasan, juga telah mengeluarkan serangkaian program kebijakan untuk meningkatkan daya saing industri, daya beli masyarakat, investasi, logistik, ekspor, dan pariwisata, khususnya di masa pandemi Covid-19. Beberapa program tersebut di antaranya penyederhanaan prosedur ekspor dan percepatan penerbitan perizinan usaha dari tingkat pusat hingga daerah.

“Kementerian Perdagangan terus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menggiatkan terciptanya 1500 UKM ekspor yang terdiri atas eksportir lama dan baru. Sehingga, kegiatan webinar ini merupakan salah satu upaya menciptakan diskusi bagi para pelaku usaha dan para pemangku kepentingan lainnya,” imbuh Kasan.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan mengatakan, total peserta “Ngobrol Ekspor” perdana ini sebanyak 60 peserta. Para peserta merupakan para pelaku usaha sektor kayu, seperti furnitur, dekorasi rumah, dan kerajinan. Sementara itu, “Ngobrol Ekspor” akan dilaksanakan setiap dua minggu sekali dengan tema yang berbeda.

“Rekaman webinar “Ngobrol Ekspor” akan diunggah di kanal Youtube Kementerian Perdagangan untuk memperluas jangkauan informasi bagi para pelaku usaha,” ujar Marolop.

Kinerja ekspor produk kayu Indonesia tumbuh positif pada 2020 yaitu sebesar USD 3 miliar. Sektor ini menunjukan peningkatan sebesar 4,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya yaitu USD 2,87 miliar. Volume ekspor produk kayu pada 2020 juga mengalami peningkatan sebesar 6,76 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekspor produk kayu olahan pada 2018--2020 menunjukkan tren positif dari segi nilai dan volume yaitu masing- masing sebesar 1,09 persen dan 6,76 persen.