Capaian ini melonjak dua kali lipat dibanding dengan rata-rata nilai perdagangan harian tahun lalu.

Aktivitas transaksi di bursa pada 2021 mencatat rekor tertinggi. Tercatat, rata-rata nilai perdagangan harian mencapai lebih dari Rp 15 triliun per hari.

Capaian ini melonjak dua kali lipat dibanding dengan rata-rata nilai perdagangan harian tahun lalu.

"Tahun 2021 ini merupakan tahun yang penuh harapan pemulihan ekonomi. Tingginya aktivitas transaksi merupakan rekor baru sejak swastanisasi BEI tahun 1992," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi dalam Webinar Indonesia Bangkit, Rabu (7/4/2021).

Secara rata-rata, lonjakan frekuensi tersebut mencapai 1,3 juta transaksi per hari, diikuti lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari 19 miliar lembar saham per hari.

Angka ini membawa transaksi di BEI menjadi yang tertinggi di kawasan Asia dalam tiga tahun terakhir.

"Lompatan transaksi tentunya merupakan hal yang luar biasa dan ini hanya terjadi dengan dukungan dan peran serta dari seluruh stakeholder," sebut dia.

Inarno dikutip kompas.com, tak memungkiri, lonjakan dalam tiga bulan pertama 2021 dipengaruhi oleh tren positif pertumbuhan investor pasar modal.

Peningkatan jumlah investor hingga akhir 2020 mencapai lebih dr 2,2 juta investor saham dan 4,9 juta investor pasar modal.

Dengan kata lain, ada peningkatan mencapai 30 persen investor saham dan 25 persen imvestor pasar modal dari angka akhir tahun 2020.

"Kami lihat pesatnya pemanfaatan teknologi memberikan dampak positif pertumbuhan investor dalam setahun terakhir," tutur Inarno.

Lalu, rata-rata jumlah investor yang aktif bertransaksi hingga akhir Maret 2021 mencapai 228.000 investor per hari.

Jumlah tersebut tumbuh 141 persen dari rata-rata tahun sebelumnya.

Memang kata dia, tahun 2020 menjadi tahun kebangkitan investor domestik, terutama investor ritel.
Investor ritel sendiri membukukan aktifitas transaksi sebesar 48,4 persen dari total rata-rata nilai transaksi harian sebesar 9,2 triliun.

Dengan kata lain, pertumbuhan melonjak di atas 40 persen dalam 5 tahun terakhir.

Pada tahun ini, pertumbuhan investor ritel berlanjut mencapai 66,5 persen per akhir Februari 2021.

"Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih menjadi alternatif sumber pendanaan serta wadah investasi bagi masyarakat," pungkas dia.