Andi Yusran memprediksi, untuk melapangkan jalan Ganjar maju Pilpres adalah harus keluar dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk selanjutnya berkoalisi dengan kelompok di luar pemerintah

Meski elektabilitasnya menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024 biasa saja, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo masih memiliki peluang besar berduet dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

Hal itu diungkap Pengamat Politik dari Universitas Nasional, Andi Yusran di Jakarta, Rabu (07/04/2021).

Andi Yusran memprediksi, untuk melapangkan jalan Ganjar maju Pilpres adalah harus keluar dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk selanjutnya berkoalisi dengan kelompok di luar pemerintah.

"Jika elektabilitasnya ‘pas-pasan’ dan ia ingin bertarung dalam Pilpres, maka ia harus keluar dari lingkaran PDIP dan tandem dengan kandidat dari luar koalisi pemerintah, maka Ganjar berpotensi dampingi Anies," demikian kata Andi.

Analisa Andi Yusran, Anies berkepentingan untuk berpasangan dengan Ganjar karena bisa meraup suara dukungan pengikut Ganjar. Sementara dampak politiknya, kata Andi adalah akan memecah pendukung koalisi pemerintah.

"Anis berkepentingan meraup suara dari pendukung Ganjar dan ini berarti Ganjar dapat memecah suara pendukung koalisi pemerintah nantinya," demikian kata Andi Yusran.