Semua BuzzerRP harus dilawan, karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono memastikan kasus dugaan pelanggaran UU ITE yang dilakukan Permadi Arya alias Abu Janda masih ditangani Bareskrim.

Namun, Rusdi menyebut belum ada perkembangan signifikan terkait penanganannya sejak pertama kali dilaporkan.

"Kasusnya masih berjalan proses penyelidikan, masih ditangani oleh penyidik Bareskrim Polri," kata Brigjen Rusdi kepada wartawan, Kamis (25/3) lalu.

Belum adanya kejelasan terkait hal tersebut hingga saat ini, membuat Ketua DPP KNPI Haris pertama tampak kecewa. Ia menilai, Abu Janda adalah orang yang paling susah untuk ditahan polisi.

“Heddy Setya Permadi Abu Janda Mungkin memang manusia yang paling susah di muka bumi ini untuk ditahan dalam penjara,” tulis Haris Pertama di Twitter-nya @knpiharis, Kamis (8/4/2021).

Haris menyebut, Abu Janda tidak memiliki kualitas intelektual. Hanya modal berkoar-koar menyerang para pengkritik di media sosial.

“Tidak berintelektual, hanya modal bacot, yang penting jajar semua orang-orang yang kritis. Lalu terima bayaran. Mau jadi apa negara ini jika hal-hal seperti dibiarkan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam cuitan lainnya, Haris mengatakan akun Twitter @permadiaktivis1 milik Abu Janda kini tak bisa diakses. Meski demikian Ia menegaskan semua BuzzerRP harus dilawan, karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa

“Akun twitter @permadiaktivis1 sudah dihapus atau dihilangkan. Mungkin dia merubah nama akun atau membuat akun baru. Tapi yang jelas, bahwa semua BuzzerRP harus dilawan, karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” cuit Haris.