Pertamina bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melakukan proses pemulangan warga yang terdampak insiden kebakaran tangki di Kilang Balongan ke pemukiman masing-masing, Rabu (7/4/2021).

Proses pemulangan berjalan lancar, diawali sosialisasi kepada para pengungsi yang disampaikan Asisten Daerah II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Indramayu Maman Kostaman, didampingi pihak terkait dan Pertamina. Sebelumnya, warga mengungsi ke GOR Bumi Patra ketika api berkobar di empat tangki T-301 pada Senin (29/3/2021). Dalam tempo dua hari, api berhasil dipadamkan.

Pada kesempatan itu, Maman yang sekaligus sebagai Ketua Tim Penanggulangan Dampak Bencana Kebakaran Tangki RU VI Balongan mengatakan bahwa Pertamina telah bersurat ke Bupati terkait rekomendasi bahwa pengungsi aman untuk kembali ke tempat masing-masing. Rekomendasi tersebut berdasarkan kajian teknis berkaitan dengan proses pemadaman maupun assesment keamanan lokasi sekitar RU VI. "Untuk tempat tinggal warga telah dilakukan survey pendataan oleh tim gabungan dan secara umum tempat tinggal pengungsi dinyatakan layak dan aman untuk ditempati," kata Maman.

Sebelum kembali ke rumah, para pengungsi menjalani tes swab Covid-19 yang dilakukan oleh 20 tenaga medis Pertamina dan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu. Tes itu diikuti oleh sekitar 579 jiwa, sesuai data jumlah pengungsi di posko pengungsian Bumi Patra pada Selasa sore (6/4/2021).

Warga dengan hasil tes negatif, langsung dipulangkan dengan bus yang disediakan oleh Pertamina ke titik terdekat dari tempat tinggal masing-masing. Proses pemulangan warga yang nonreaktif ini disebut Maman berjalan lancar.

Seorang warga Desa Suka Urip, Siti Rokhayah menyampaikan kelegaan dan apresiasi atas perhatian maksimal dari Pertamnia ketika terpaksa tinggal di pengungsian. "Saya senang sekali Pertamina menampung pengungsi seperti saya. Pertamina sudah mencukupi kebutuhan saya di sini dan sudah sangat membantu," kata Siti.

Pada Selasa (6/4/2021), Pertamina bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Indramayu juga telah melaksanakan sosialisasi ke Muspika, Kuwu (Kepala desa), tokoh masyarakat, pengurus lingkungan (Ketua RW dan RT) serta TNI dan POLRI.

Saat itu, Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya menjelaskan bahwa warga dengan hasil swab positif akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk warga dengan gejala sedang dan berat akan dirujuk ke RSUD, sedang warga dengan hasil swab positif namun tanpa ada gejala akan diminta melaksanakan isolasi mandiri dengan pengawasan dari Tim Satgas Covid Kabupaten.

Unit Manager Communication, Relation, & CSR RU VI Balongan Cecep Supriyatna menambahkan, terkait mekanisme penggantian kerusakan properti warga akan dihitung sesuai standar biaya perbaikan dari Pemkab, agar seluruh warga yang terdampak bisa mendapatkan besaran ganti rugi yang tepat. "Mekanisme penggantian biaya telah ditetapkan oleh Tim Gabungan mengacu standar agar seluruh warga terdampak bisa mendapatkan besaran ganti rugi yang tepat," ujar Cecep.