Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memulangkan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari yayasan Harapan kita ke pemerintah Indonesia, menuai pujian.

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dikutip Kamis (8/4/2021), memberi apresiasi atas prestasi yang ditorehkan Presiden Jokowi, karena berhasil mengembalikan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi milik pemerintah Indonesia. “Taman Mini Indonesia Indah sebagai etalase kebudayaan dan sekaligus ekspresi peradaban nusantara akhirnya kembali ke pangkuan Pemerintah Indonesia,” kata Hasto.

Hasto mengatakan, Presiden Jokowi berhasil membuktikan konsistensinya dalam menjalankan amanat reformasi, yakni dengan cara menyelamatkan aset-aset negara yang sebelumnya dikuasai oleh keluarga mantan Presiden Soeharto. “Kembalinya Taman Mini Indonesia Indah ini menunjukkan bagaimana Pemerintahan Jokowi melalui perjuangan panjang berhasil menyelamatkan asset strategis negara," ucapnya.

Pengambilalihan TMII, kata Hasto, melengkapi keberhasilan pemerintah sebelumnya seperti divestasi Free Port dan Blok Minyak Rokan.
Termasuk juga berbagai upaya menyelamatkan harta negara yang sebelumnya dilarikan oleh para koruptor di luar negeri.

Hasto menuturkan, PDI Perjuangan memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Jokowi karena mampu menunjukkan kedaulatannya. "Bagaimana pemerintahan dengan legitimasi kuat mampu menunjukkan kedaulatan politik dan ekonominya di dalam menyelamatkan aset negara,” tuturnya.

Menurut Hasto, dengan keberhasilan pengambilalihan TMII, maka selain menjadi pusat kebudayaan, TMII bisa menjadi paru-paru Jakarta.
Hal itu bersamaan dengan Gelora Bung Karno, kompleks TNI di Halim Perdana Kusuma, serta lapangan golf Kemayoran yang akan dibuka menjadi hutan kota dan ruang publik hijau, tempat masyarakat melakukan berbagai aktivitasnya. "Selamat untuk Presiden Jokowi. Kembalinya Taman Mini Indonesia Indah menjadi momentum menyelamatkan harta kekayaan negara," ujar Hasto.

Sebelumnya, setelah 44 tahun dikelola Keluarga Soeharto melalui Yayasan Harapan Kita, TMII akhirnya diambilalih pengelolaannya oleh negara melalui Kementerian Sekretariat Negara. Alasannya, pengelolaan TMII yang merupakan aset negara oleh Yayasan Harapan Kita tidak memberikan kontribusi pada keuangan negara.

Informasi saja, TMII berada di kawasan strategis di Jakarta Timur, dengan luas 1.467.704 m2, beserta bangunan di atasnya. Berdasarkan perhitungan Kemensetneg bersama Kementerian Keuangan, valuasi TMII pada 2018 sebesar Rp20 triliun.

Adapun Yayasan Harapan Kita merupakan Yayasan yang dicetuskan istri Presiden ke-2 RI, Soeharto yakni Tien Soeharto. Hingga saat ini, keluarga Soeharto atau yang dikenal dengan Keluarga Cendana masih duduk dalam kepengurusan yayasan tersebut. Diantaranya Bambang Trihatmodjo, Siti Hardiyanti Indra Rukmana (Mba Tutut), dan Sigit Harjojudanto

Meskipun dikuasai pengelolaanya oleh Yayasan Harapan Kita sejak 44 tahun lalu, TMII merupakan aset negara. Hal itu berdasarkan Keppres nomor 51 tahun 1977 yang intinya TMII merupakan aset milik negara Republik Indonesia, tercatat di Kementerian Sekretariat Negara yang pengelolaannya diberikan kepada Yayasan Harapan Kita.