Janganlah terlalu mudah memberikan stigma radikal, karena istilah radikal sendiri masih menjadi perdebatan yang kemudian tak jelas substansi apanya yang radikal

Sekjen MUI Amirsyah Tambunan menyayangkan keputusan PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) terkait pembatalkan rencana kegiatan ceramah keagamaan di bulan ramadan di lingkungan PT Pelni (persero).

"Sekjen MUI menyesalkan pembatalan sejumlah ustaz di PT Pelni. Ceramah lewat Zoom terkait pelaksanaan Ramadhan dengan tema 'Ramadhan Memperkuat dan Memperteguhkan Iman'. Tema yang menarik dan aktual kajian Ramadhan 1442 H telah diagendakan tanggal 8-29 April 2021 sangat kita sesalkan pembatalan tersebut," ujar Amirsyah kepada wartawan, Jumat (9/4/2021).

Menurutnya tindakan pembatalan kegiatan ceramah tersebut justru akan menimbulkan intoleran.

"Mengapa ini terjadi di negeri yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Di negara yang toleran, justru tindakan pembatalan inilah yang menimbulkan intoleran. Padahal ada sejumlah ustaz yang telah dijadwalkan dalam ceramah itu, antara lain Ketua MUI Bidang Dakwah KH Cholil Nafis, Ustaz Firanda Andirja, Ustaz Syafiq Basalamah, dan lainnya," sambung dia.

Amirsyah meminta Menteri BUMN Erick Thohir memberikan klarifikasi. Ia meminta agar tidak terlalu mudah untuk memberikan stigma radikal.

"Saya meminta kepada Meneg BUMN agar memberikan klarifikasi apa sesungguhnya yang terjadi di PT Pelni. Janganlah terlalu mudah memberikan stigma radikal, karena istilah radikal sendiri masih menjadi perdebatan yang kemudian tak jelas substansi apanya yang radikal. Kemudian dijadikan alasan pembatalan ceramah di PT Pelni," imbuhnya.