Dari 20 nama tokoh potensial yang disajikan dalam survei yang dilaksanakan pada akhir Maret hingga awal April tahun 2021 ini, tokoh muda cukup tinggi tingkat keterpilihannya ketimbang tokoh politik senior yang ada

Berdasarkan hasil survei nasional dan kajian opini publik Indonesia Political Opinion (IPO) terhadap pengaruh penanganan pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 terhadap tingkat keterpilihan tokoh-tokoh potensial untuk Pilpres 2024 mendatang, nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan berada di puncak keterpilihan.

Dalam materi rilis survei IPO yang diterima redaksi, Sabtu (10/03/2021), terdapat kecendrungan masyarakat yang dijadikan responden dengan total 1.200 orang, memilih sejumlah tokoh politik muda ketimbang tokoh politik senior.

Dari 20 nama tokoh potensial yang disajikan dalam survei yang dilaksanakan pada akhir Maret hingga awal April tahun 2021 ini, tokoh muda cukup tinggi tingkat keterpilihannya ketimbang tokoh politik senior yang ada.

Salah satu contoh yang paling menarik ialah sosok Anies Baswedan, berada di urutan tertinggi, bahkan berada di atas perolehan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Secara persentase, Anies memperoleh tingkat keterpilihan sebanyak 15,8 persen dengan urutan pertama. Sementara, Ganjar berada diurutan kedua dengan persentase 12,6 persen, disusul Sandiaga Salahuddin Uno 9,5 persen dan Ridwan Kamil 7,9 persen.

Tak kalah menariknya, sosok Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY), masuk ke dalam lima besar tingkat keterpilihan di survei IPO ini.

Putra sulung Presiden RI keenam ini mendapat perolehan tingkat keterpilihan sebesar 7,1 persen, atau berada di atas sosok Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang hanya memperoleh 5,7 persen.

Selain itu di bawahnya, ada nama Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian yang memperoleh 4,5 persen, Presiden PKS Ahmad Saikhu 3,8 persen, mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan 2,3 persen, dan Ketua DPR Puan Maharani 1,6 persen.

Sementara, di urutan kesebelas hingga kelimabelas ada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto 1,5 persen, Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj 0,9 persen, Gubernur Jawa Timur Khofifah Inda Parawansa 0,8 persen, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan 0,7 persen dan mantan Pangima TNI Gatot Nurmantyo 0,5 persen.

Sementara, yang masuk urutan keenambelas hingga paling buncit antara lain ada Wakil Presiden Maruf Amin 0,5 persen, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 0,2 persen, Ketua Umum PPP Suharso Manoarfa 0,0 persen, Menko Polhukam Mahfud MD 0,0 persen dan Kepala KSP Moeldoko 0,0 persen.

Dari survei terkait tingkat keterpilihan ini, IPO mencatat sebanyak 24,1 persen mengaku tidak tahu dan atau tidak menjawab.