Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anwar Abbas akan mengirim surat protes keras kepada Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin terkait tindakan pelarangan ceramah agama di BUMN PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). 

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anwar Abbas akan mengirim surat protes keras kepada Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin terkait tindakan pelarangan ceramah agama di BUMN PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). 

"Apa yang salah dengan penceramah ini? Buktinya radikal mana?" kata Anwar Abbas di kanal YouTube TV One.

Dia mengaku mengenal betul sikap KH Ma'ruf Amin selama memimpin MUI, yaitu bertoleransi dalam hal yang bersifat majalul ikhtilaf (perbedaan pendapat) tetapi bersikap tegas dalam hal-hal yang pokok (ushuliyah). "Beberapa hari ini saya akan menyampaikan secara pribadi surat protes ke wapres," tegasnya.

Dikatakannya, bila memang pengajian itu melanggar ushuliyah, pelarangan ini bisa diterima. Jika hal itu hanya masalah majalul ikhtilaf maka kebijakan memberangus pengajian itu bertentangan dengan sikap Wapres Ma'ruf Amin selama ini.

"Pertanyaan besar bagi saya, di negeri yang Wapresnya mantan Ketua Umum MUI mengapa kok masih ada orang-orang seperti ini (melarang pengajian)," ujarnya.

Sementara anggota DPR RI, Fadli Zon ikut merespon Komisaris Pelni yang dinilai berlebihan. Menurutnya, tindakan menuduh seseorang radikalisme adalah perilaku Islamophobia.

Orang-orang yang dengan mudah menyebut radikalisme ke orang lain adalah mereka tidak paham dengan peradaban Islam.

"Ada yang terpapar Islamophobia karena miskin pemahaman Islam dan literasi sejarah peradaban Islam. Akhirnya dengan mudah bikin stempel 'radikal-radikul'," sindir Fadli Zon di Twitter-nya.

Sebelumnya, BUMN Pelayaran Nasional PT Pelni membatalkan rangkaian ceramah ramadan yang sebelumnya telah disepakati bersama beberapa kalangan penceramah atau da’i.

Poster para da’i itu sebelumnya tersebar di media sosial. Diantaranya Yakni Ust. Firanda Andirja, KH Cholil Nafis yang juga pengurus MUI Pusat, Ust. Rizal Yuliar Putrananda, Ust. Syafiq Riza Basalamah, dan Ust. Subhan Bawazier.

Komisaris Independen PT Pelni, Kristia Budiyarto alias Kang Dede mengatakan bahwa acara tersebut dibatalkan karena belum ada izin dari direksi.

“Sehubungan flyer info penceramah dalam kegiatan Ramadhan di lingkungan PT Pelni dari Badan Dakwah Pelni yang sudah beredar luas perlu saya sampaikan bahwa: Panitia menyebarkan info terkait pembicara Ramadhan belum ada izin dari Direksi. Oleh sebab itu kegiatan tersebut DIBATALKAN,” tulis Kang Dede dalam unggahan yang diposting Kamis (8/4) lalu.

Tidak hanya itu, Dede juga mengatakan bahwa para pejabat Pelni yang mengundang para ustaz tersebut akan dicopot. Dia menilai, para penceramah yang diundang tersebut kebanyakan mempunyai pemikiran radikalisme.

“Selain itu pejabat yg terkait dgn kepanitiaan acara tersebut telah DICOPOT. Ini pelajaran sekaligus WARNING kepada seluruh BUMN, jangan segan-segan MENCOPOT ataupun MEMECAT pegawainya yang terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sedikitpun, BERANGUS,” tulisnya.