PPP tak ingin putra sulung Presiden Jokowi itu digoda untuk Pilgub DKI maupun urusan politik lainnya.

Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi menilai, bertemunya Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dengan pejabat negara dan elite politik adalah silaturahmi biasa. Sebab, belum bisa dipastikan apakah pertemuan-pertemuan itu untuk kepentingan Gibran di kontes politik yang lebih tinggi lagi.

"Itukan silaturahmi politik biasa saja, mungkin karena Solo menarik, tapi apakah itu menjadi sinyal Gibran untuk maju yang lebih tinggi lagi ya kita belum tahu," katanya, dikutip Minggu (11/4).

Dia menambahkan, partainya hingga saat ini belum mau menganggu Gibran dalam urusan politik. Baidowi menyebut, PPP ingin Gibran fokus membangun Solo.

"PPP saat ini memberikan kesempatan kepada Mas Gibran lebih jauh memimpin Solo supaya lebih sukses," ucapnya dilansir Merdeka.com.

Terlebih, PPP tak ingin putra sulung Presiden Jokowi itu digoda untuk Pilgub DKI maupun urusan politik lainnya. Baiknya, kata Baidowi, Gibran saat ini bekerja lebih dahulu untuk Solo.

"Tidak diganggu urusan hal hal politik yang sifatnya pragmatis, diiming imingi maju Pilkada DKI dan semacammya. Biarkanlah beliau bekerja, berikhtiar memajukan kota Solo," pungkasnya.

Diberitakan, sejumlah menteri tercatat bertemu putra sulung Presiden Jokowi itu. Yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah dan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

Kemudian, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan ada Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wisnutama Kusubandrio.
Selain itu, petinggi partai politik yang menemui Gibran adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. Terbaru, Gibran ditemui Komisaris Utama PT Pertamina atau eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.