Saiful Anam mengaku tidak mengerti dengan apa yang ingin disampaikan Presiden Jokowi melalui agenda kegiatan yang menimbulkan kerumunan warga tersebut, seperti yang belakangan ini terjadi saat berkunjung ke Flores Timur

Pakar Politik dan Hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini sedang menunjukkan kekuasaannya dengan hadir di suatu tempat yang dapat menimbulkan kerumunan warga di tengah pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.

Saiful Anam menilai, Jokowi tidak kapok membuat kerumunan warga meskipun COVID-19 sama sekali belum hilang di Indonesia.

"Jokowi tidak kapok-kapok membuat membuat kerumunan warga. Rakyat dilarang berkerumun bahkan dilarang mudik, akan tetapi Presiden memberikan contoh kurang baik dengan mempertontonkan kerumunan masyarakat di tengah COVID-19 belum reda," ujar Saiful Anam di Jakarta, Minggu (11/04/2021).

Saiful Anam mengaku tidak mengerti dengan apa yang ingin disampaikan Presiden Jokowi melalui agenda kegiatan yang menimbulkan kerumunan warga tersebut, seperti yang belakangan ini terjadi saat berkunjung ke Flores Timur.

"Apakah Jokowi ingin unjuk kekuasaan bahwa hanya dirinya yang berhak dan boleh menyebabkan kerumunan dan yang lain tidak boleh?" kata Saiful Anam.

Menurut Saiful Anam, rakyat akan meniru gaya Jokowi. Karena, ketika pemimpinnya mengadakan acara yang menimbulkan kerumunan, bukan tidak mungkin rakyat juga akan mengadakan acara yang sama.

"Tentu akan sia-sia apa yang telah diperjuangkan oleh Satgas COVID-19 yang sedang gencar mengkampanyekan jangan berkerumun. Atau Presiden sedang ingin menunjukkan bahwa hanya dirinya yang kebal terhadap COVID-19? Hanya presiden yang mampu menjawabnya," pungkas Saiful Anam.


RMOL