Langkah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendaftarkan Partai Demokrat atas nama pribadi ke ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementrian Hukum dan HAM, dinilai sebagai blunder.

Langkah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendaftarkan Partai Demokrat atas nama pribadi ke ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementrian Hukum dan HAM, dinilai sebagai blunder. Langkah SBY tersebut mendapat protes dari sejumlah pendiri PD.

Tokoh senior PD, Darmizal berpendapat SBY mendapat masukan dari kader dekatnya yang sebenarnya salah. Mengingat partai politik bukan milik individu tertentu.

Maka ia berpandangan, malah menjerumuskan SBY yang pernah menjadi Presiden RI dua periode (2004-2009 dan 2009-2014) itu.

"Orang dekat SBY seperti Syarief Hasan sebagaimana pengakuannya yang sama sama kita ketahui dari berbagai media, patut diduga sebagai pihak yang menjerumuskan SBY," kata Darmizal, Senin (12/04)..

Dijelaskan oleh Darmizal bahwa pendaftaran Partai Demokrat ke HAKI oleh SBY adalah kejadian yang unik. Bahkan mungkin sebagai yang pertama di Indonesia dan dunia.

Darmizal menganggap bahwa tindakan ini tentu akan sangat merugikan SBY, AHY, EBY dan keluarga Cikeas untuk jangka waktu yang panjang.

"Ini sangat paradoks dengan pengakuan Pak Bambang, pada tahun 2002-2003, SBY masih dikenal sebagai Pak Bambang atau Pak Sus. Ketika itu, sebagai Menkopolhukam, era Presiden Megawati. SBY, menjelaskan dengan tegas tidak terlibat sama sekali dalam pendirian Partai Demokrat. Belakangan SBY dan keluarganya justru mempertontonkan sikap yang sangat terbalik, yaitu seakan menjadi penguasa tunggal PD sepanjang masa," papar Darmizal.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh SBY tersebut sama saja sebagai tindakan penjerumusan yang dilakukan orang dekat SBY.

"Saya rasa ini memang sudah jalan dan petunjuk Tuhan, karena tanpa sengaja kami temukan pendaftaran tersebut, ketika Jubir PD KLB membuka link Dirjen HKI untuk mencari sesuatu. Atas hal tersebut, saya melihat bahwa ada upaya dari orang dekat SBY, yang memberikan arahan atau masukan tidak tepat, yang tentu dampaknya akan membuat malu Cikeas," katanya.