Ekonom senior Rizal Ramli tak berhenti menyentil Menteri Keuangan Sri Mulyani, terkait semakin menggunungnya utangt pemerintah. Karena tak mempan, harapannya kepada Ketua Umum PDIP, Megawati.

Dikatakan Rizal Ramli, Indonesia kini sudah masuk perangkap utang (debt trap). Dan menurut Rizal Ramli, hal ini bertentangan dengan Trisakti dan prinsip kemandirian yang diajarkan Bung Karno.

Prinsip Trisakti sendiri terdiri atas kedaulatan politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. “Mbak Mega @PDI Perjuangan ini utang sudah ugal2an, sudah masuk perangkap utang (debt trap)-bertentangan dgn Trisakti dan prinsip kemandirian yg diajarkan Bung Karno!,” tulis Rizal Ramli melalui akun twitternya, @RamliRizal, Senin (12/4/2021).

Ditambahkan Bang RR, sapaan akrabnya, terdapat banyak cara dan alternatif untuk mengurangi utang. Tapi, jika tidak mau dan tidak mampu, pemerintah harus memikirkan cara lain. “Banyak cara2 alrenatif utk mengurangi utang. Tapi kalau tidak mau dan tidak mampu, harus ada cara lain,” tambah mantan Menko Kemaritiman di periode pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Pada 19 Maret 2021, lembaga pemeringkat Fitch mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada peringkat BBB (investment grade), dengan outlook stabil. Namun begitu, Fitch menyoroti tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah RI, saat ini. Yakni semakin tingginya ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal alias utang luar negeri (ULN). Selain itu, Fitch menyoroti rendahnya penerimaan negara, serta perkembangan sisi struktural seperti indikator tata kelola dan PDB per kapita yang masih tertinggal dari negara dengan peringkat yang sama.

Dilansir dari situs indonesia.go.id, Kementerian Keuangan RI mengatakan komposisi utang pemerintah tetap dijaga dalam batas tertentu sebagai pengendalian risiko sekaligus menjaga keseimbangan makro ekonomi. Undang-Undang (UU) nomor 17 tahun 2003 mengatur batasan maksimal rasio utang pemerintah adalah 60 persen.