Angka impor vaksin pada Maret tercatat 178,75 juta dolar AS dan naik tajam dibandingkan dengan bulan dan tahun sebelumnya.

Impor vaksin Indonesia pada Maret ini mengalami peningkatan drastis. Angka impor vaksin pada Maret tercatat 178,75 juta dolar AS dan naik tajam dibandingkan dengan bulan dan tahun sebelumnya.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat impor vaksin pada Maret ini meningkat 102,47 persen dibandingkan Februari 2021 yang tercatat 88,28 juta dolar AS.

Sedangkan, jika dilihat secara tahunan, impor vaksin tumbuh 1.526,55 persen dari Maret 2020 yang tercatat senilai 10,99 juta dolar AS.

Kepala BPS Suhariyanto dikutip CNBC Infonesia menjelaskan, bahwa vaksin ini adalah total keseluruhan yang di impor Indonesia. Vaksin ini tidak hanya untuk Covid-19 tapi juga vaksin untuk pengobatan seperti tetanus, campak hingga polio atau meningitis.

"Ini total impor vaksin secara keseluruhan," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/4/2021).

Sementara itu, secara kumulatif (Januari-Maret) 2021, impor vaksin tercatat 443,367 juta dolar AS atau tumbuh 1.315,02 persen dibandingkan dengan Januari-Maret 2020 yang tercatat senilai 31,33 juta dolar AS.

Adapun vaksin yang masuk ke Indonesia di Maret ini didominasi dari negara China. Dari total vaksin 178,75 juta dolar AS, yang berasal dari China tercatat 172,13 juta dolar AS.

Berikut rinciannya negara pengimpor vaksin ke RI di Maret 2021:

China 172,13 juta dolar AS.

Perancis 736,5 ribu dolar AS.

Amerika Serikat 58,06 ribu dolar AS.

Korea Selatan 4,69 juta dolar AS.

Belgia 944,21 ribu dolar AS.

Belanda 160,56 ribu dolar AS.

Kanada 20,7 ribu dolar AS.