Hal ini terkait desakan Ombudsman kepada Kementerian BUMN untuk mengaudit seluruh aset milik Pertamina pasca-kebakaran tangki di area kilang Balongan.

Pertamina mengklaim beberapa aset yang dioperasikan perusahaan hingga kini masih layak pakai. Meskipun beberapa diantaranya sudah tergolong cukup tua. 

Hal ini terkait desakan Ombudsman kepada Kementerian BUMN untuk mengaudit seluruh aset milik Pertamina pasca-kebakaran tangki di area kilang Balongan.

Corporate Secretary Sub holding Refining & Petrochemical (PT Kilang Pertamina International) Ifki Sukarya mengatakan pihaknya selalu melakukan peremajaan rutin. Terutama untuk setiap aset yang dioperasikan Pertamina hingga saat ini.

Meski demikian, ia tak memerinci secara pasti, jumlah aset yang sudah tergolong cukup tua. 

"Masih layak pakai, rutin dilakukan peremajaan," ujarnya, Jumat (16/4).

Peremajaan dilakukan melalui program perawatan rutin secara preventif dan prediktif. Kemudian program pemeriksaan rutin peralatan kilang.

Program overhaul peralatan kilang sesuai master schedule yang ditetapkan. Kemudian, program turn around setiap lima tahun sekali. 

"Lalu program upgrading peralatan yang sudah obsolete berdasarkan rekomendasi dari manufaktur," katanya.

Sebelumnya, dilansir Katadata.co.id, Ombudsman mendesak Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengaudit seluruh aset milik Pertamina untuk mencegah terulangnya insiden di area kilang Balongan beberapa waktu lalu.

Anggota Ombudsman RI Hery Susanto mengatakan audit terhadap pengelolaan aset Pertamina penting terutama yang tua dan tak layak pakai. 

"Sebelum kejadian berlanjut, saya kira ini penting," ujar Hery dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (14/4).

Hery pun meminta agar Pertamina melakukan peremajaan aset yang dinilai sudah tidak layak beroperasi. "Jangan merawat barang yang rentan rusak," ujarnya.

Ombudsman khawatir, jika persoalan aset tidak segera dibenahi, tidak menutup kemungkinan insiden terbakarnya Kilang Balongan akan terulang. Khususnya di fasilitas aset milik Pertamina yang tersebar di berbagai daerah.

Terkait dengan adanya temuan Ombudsman ini, Hery menyatakan belum mendapat tanggapan dari Pertamina. Untuk itu, ia berharap segera mendapat jawaban dari perusahaan migas pelat merah tersebut. Terutama penyelesaian terhadap warga terdampak dari kejadian tersebut.