Rusdi memastikan, polisi akan memeriksa pihak-pihak yang berkaitan dengan Jozeph.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan, Polri bakal memeriksa sejumlah kerabat dekat tersangka kasus dugaan penistaan agama, Jozeph Paul Zhang.

Jozeph yang kini tengah diburu ditengarai berada di Jerman. "Iya orang terdekat. Kemungkinan orang terdekat bisa (keluarganya)," kata Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/4).

Rusdi memastikan, polisi akan memeriksa pihak-pihak yang berkaitan dengan Jozeph. Penyidik, lanjut dia, akan menggali pelbagai keterangan untuk mendalami dugaan perbuatan pidana dari tersangka yang mengaku sebagai nabi ke-26 tersebut.

Namun demikian, Rusdi belum dapat menuturkan lebih lanjut mengenai kapan pemeriksaan akan dilakukan. "Proses tetap berjalan di Bareskrim Polri," tambah dia.

Saat ini, menurut Rusdi, penyidik kepolisian masih menunggu permohonan penerbitan red notice dari Interpol pusat yang berada di Lyon, Prancis. Pasalnya, setelah red notice terbit maka pergerakan Jozeph di luar negeri akan lebih terbatas.

"Untuk mengantisipasi seandainya yang bersangkutan melakukan upaya-upaya lain. Dengan red notice itu, sangat berguna dalam rangka menyelesaikan kasus JPZ," ucap dia.

Bareskrim sendiri sudah memasukkan Jozeph dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Jozeph dapat diproses hukum di Indonesia karena masih merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Kepolisian, dalam perkara ini menjerat Jozeph dengan Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tentang larangan menyebarkan informasi yang mengandung unsur kebencian atau permusuhan, serta Pasal 156a KUHP terkait penistaan agama.