Aksi penggalangan dana yang dalam 2 hari terkumpul Rp800 juta ini seketika menjadi viral.

Tragedi tenggelamnya KRI Nanggala 402 langsung direspons Ustaz Abdul Somad (UAS) dengan aksi menggalang donasi untuk pembelian kapal selam. Aksi penggalangan dana yang dalam 2 hari terkumpul Rp800 juta ini seketika menjadi viral.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi I DPR Yan Permenas Mandenas mengatakan, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sudah mempunyai grand design jangka panjang untuk memperbaiki alutsista Tanah Air. 

"Termasuk melakukan modernisasi terhadap alutsista. Itu semua tergantung dukungan anggaran untuk merealisasikannya," kata Yan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Untuk itu, Yan berharap, Menteri Keuangan tidak terlalu memperhitungkan aspek ekonomi dan mengabaikan aspek pertahanan negara dalam pembelian dan peremajaan alutsista ini. 

“Kita berharap juga Menkeu untuk tidak terlalu memperhitungkan aspek ekonomi saja tapi aspek pertahanan diabaikan. Aspek pertahanan ini harus menjadi yang utama untuk bisa mengimbangi pertumbuhan ekonomi dengan aspek ekonomi yang menjadi kebijjakan pemerintah secara terus menerus,” ujar Yan.

Yan menambahkan, penggalangan dana untuk sebuah teguran bagi pemerintah untuk memprioritaskan anggaran untuk pembelian alutsista.

"Kalau melihat ajakan itukan sudah teguran kepada pemerintah untuk harus memberikan prioritas agar alokasi anggaran untuk pembelian alustsista harus maksimal di satu dua tahun ke depan, jangan sampai kita lambat dalam belanja alutsista,” ujarnya. 

Menurut Yan, pembelian alutsista harus segera dilakukan sebelum masyarakat Indonesia bangkit dengan amarahnya, kemudian melakukan konsolidasi untuk istilah patungan atau penggalangan donasi untuk membeli kapal. Dan ini merupakan pukulan telak buat pemerintah. 

Legislator asal Papua ini dikutip Sindonews.com menjelaskan, selama ini pembelanjaan alutsista terhambat karena anggarannya tidak tersedia, sehingga sampai saat ini, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyesuaikan dengan alokasi anggaran yang ada untuk kemudian didistribusikan ke 3 matra dan juga untuk belanja alutsista yang sifatnya tidak terlalu mahal dan bisa langsung digunakan. 

“Kalau anggarannya tersedia untuk belanja alutsista pesawat tempur, kapal selam, dan lain-lain, mungkin akan dimaksimalkan untuk pembelian itu,” tegas Yan.