Polri menanggapi rencana Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI), Munarman yang akan mengajukan praperadilan

Polri menanggapi rencana Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI), Munarman yang akan mengajukan praperadilan. Polri mengaku menghargai rencana tersebut.

"Jadi langkah yang ditempuh apabila pihak kuasa hukum atau pihak tersangka mengajukan praperadilan, akan kami hargai," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan.

Ramadhan mengatakan, Polri selalu menghargai pendapat setiap orang. Jika ada tindakan yang dianggap keliru dari kepolisian, kata Ramadhan, maka pihak Polri mempersilahkan Munarman untuk  menempuh jalur yang sudah tersedia, yakni praperadilan.

"Kami menghargai pendapat orang. Kami juga menghargai apa yang disampaikan kuasa hukum. Juga kita membuka ruang apabila ada tindakan pihak kepolisian yang mereka anggap keliru, silakan. Ada jalurnya, jalur praperadilan," ucapnya.

Ramadhan juga mengungkapkan,Polri sudah melakukan gelar perkara atas kasus dugaan tindakan terorisme yang dilakukan Munarman pada 20 April 2021. Gelar perkara itu dilakukan untuk menentukan status tersangka.

"Gelar perkara di tanggal 20. Gelar perkara tersebut menentukan apakah yang bersangkutan memenuhi syarat untuk dijadikan tersangka. Tentu gelar perkara tersebut bukan satu kali," katanya. 

Diketahui, tim kuasa hukum Munarman akan menempuh jalur hukum praperadilan untuk melawan. "Kita akan praperadilan," ujar pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar, saat dimintai konfirmasi soal penangkapan Munarman, Selasa (27/4).