Permohonan perlindungan hukum dari warga negara Indonesia dari upaya dugaan kriminalisasi, terorisasi dan sasaran pelampiasan dendam berbalut dalih penegakan hukum menggunakan instrumen negara

Atas dasar adanya dugaan kriminalisasi terhadap kliennya, Aziz Yanuar selaku kuasa hukum Munarman mengaku akan melayangkan surat yang berisi permohonan perlindungan hukum kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Aziz mengatakan permohonan perlindungan hukum tersebut dilakukan sesuai arahan dari kliennya Munarman.

"Kita akan tempuh upaya konstitusional lain (perlindungan hukum kepada Kapolri) sesuai arahan dan petunjuk dari pak Munarman," kata Aziz kepada wartawan, Jumat 30 April 2021.

Selain kepada Kapolri, permohonan perlindungan tersebut juga akan dilakukan kepada pihak lain yakni anggota DPR RI. tambahnya.

Namun demikian Aziz enggan merinci siapa saja anggota DPR yang nantinya juga diminta untuk melakukan perlindungan hukum.

"Permohonan perlindungan hukum dari warga negara Indonesia dari upaya dugaan kriminalisasi, terorisasi dan sasaran pelampiasan dendam berbalut dalih penegakan hukum menggunakan instrumen negara," ujarnya.

"Yang ditujukan kepada rencananya bapak Kapolri yang terhormat, bapak-bapak anggota dewan yang terhormat dan institusi lain yang terkait," kata Aziz menambahkan.

Diketahui sebelumnya Munarman ditangkap Densus 88 terkait dugaan kasus terorisme lantaran mengikuti tiga kegiatan pembaiatan teroris di Makassar, Medan, dan Jakarta.

Munarman ditangkap di kediamannya dikawasan Pamulang, Tangerang Selatan, pada Selasa 27 April 2021.

Munarman sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka, ia dijerat dengan Pasal 14 juncto Pasal 7 dan atau pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 5 Tahun 2018.