Sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat, anggota polisi tentunya harus menjadi tauladan yang baik bagi masyarakat, bukan sebaliknya

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta dibuat geram oleh Lima anggota polisi dan tiga warga sipil yang tertangkap sedang berpesta sabu di sebuah hotel di Surabaya. Kamis (29/4).

"Saya sangat menyesalkan anggota terlibat dalam narkoba. Kerja keras kita memberantas narkoba justru tercoreng oleh ulah oknum," kata Nico Afinta, Sabtu (1/5/2021).

Nico mengatakan kelima anggotanya tersebut akan ditindak tegas. Nico akan memberikan sanksi berat berupa pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH).

"Akan kita pecat. Tidak ada toleransi untuk pelaku narkoba," tegas Nico.

Untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan Polda Jatim, Nico mengatakan akan melakukan pembinaan dan pengawasan secara internal. Pihaknya juga akan melakukan tes narkoba secara rutin kepada seluruh anggota di wilayah Polda Jatim.

"Sebetulnya pengawasan, tes narkoba itu rutin kita laksanakan secara mendadak. Ke depan akan kita tingkatkan lagi," katanya.

Nico mengingatkan jajarannya agar tidak melakukan perbuatan serupa. Nico meminta jajarannya untuk menjaga integritas Polri dengan tidak melakukan perbuatan tercela.

"Sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat, anggota polisi tentunya harus menjadi tauladan yang baik bagi masyarakat, bukan sebaliknya," ujarnya.

Sebelumnya, lima anggota polisi (2 perwira dan 3 bintara) serta tiga warga sipil ditangkap saat sedang pesta sabu di di Hotel Midtown Surabaya pada Kamis (29/4) sekitar pukul 15.05 WIB. Lima polisi yang ditangkap adalah anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhonny Eddizon Isir mengatakan total ada 8 orang yang diamankan, terdiri dari 5 oknum personel Satreskoba Polrestabes Surabaya dan 3 warga sipil," kepada wartawan di Polrestabes Surabaya, Jumat (30/4/2021).

Isir menambahkan dalam penangkapan tersebut, turut diamankan sejumlah barang bukti. Isir menyebut ditemukan barang bukti sabu kurang lebih sekitar 27,4 gram, 8 butir pil happy five dan 1 butir pil ekstasi.

Kasus ini, kata Isir, sedang ditangani bersama Bidpropam Polda Jatim dari sisi dugaan pelanggaran kode etik profesi. Kemudian dikaji dari sisi dugaan pelanggaran tindak pidana narkotika.