Zulhas nampaknya tidak rela ceruk pemilih Muhammadiyah ke PAN berkurang dengan kehadiran Partai Ummat. 

Ada yang menarik dari manuver Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas). Bos PAN itu bertemu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

"Semoga semakin erat dan lekat antara PAN dan Muhammadiyah," demikian dikutip dari keterangan foto yang diunggah di akun Instagram @zul.hasan.

Pengamat politik Dedi Kurnia Syah, Zulhas nampaknya tidak rela ceruk pemilih Muhammadiyah ke PAN berkurang dengan kehadiran Partai Ummat. 

Dedi yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) ini berpendapat bahwa bagaimanapun, Partai Ummat yang didirikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah M Amien Rais memiliki kedekatan dengan kader Muhammadiyah.

"Dan PAN jelas akan berupaya agar ceruk pemilih Muhammadiyah lebih besar ke PAN," kata Dedi, Sabtu (1/5/2021).

Dedi pun menilai kekhawatiran Zulkifli Hasan soal berkurangnya loyalis PAN masuk akal. 

"Mengingat Amien Rais juga miliki pengaruh tidak saja di Muhammadiyah, tetapi ke PAN," pungkasnya.

Terpisah, pengamat politik yang juga Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam mengatakan, PAN memang tak bisa lepas dari Muhammadiyah karena selama ini basis tradisional PAN adalah sebagian besar warga Muhammadiyah.

Menurut Arif, hal tersebut yang menjadi perhatian Zulhas. Karena, kata Arif, Partai Ummat didirikan oleh mantan ketua umum Muhammadiyah dan pendiri PAN Amien Rais.

"Kekhawatiran tergerusnya basis tradisional PAN saya kira yang diantisipasi Zulhas dengan melakukan pendekatan terus-menerus dengan warga Muhammadiyah agar tak lari ke Partai Ummat," ujar Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Sabtu (1/5/2021).

Terlebih, pendiri Partai Ummat , Amien Rais, merupakan mantan ketua umum PP Muhammadiyah. Amien Rais pula yang mendirikan PAN tahun 1998.

Diketahui, Amien Rais mendirikan PAN pada 1998. Pada Kamis 29 April 2021, Amien yang mengaku dikeluarkan dari PAN, mendeklarasikan Partai Ummat. Partai itu dipimpin menantunya, Ridho Rahmadi.