Menurutnya, tidak mudik merupakan bagian dari jihad, yakni upaya menjaga jiwa atau khifdhun-nafs yang juga menjadi perintah agama.

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H penting ditaati. Menurutnya, tidak mudik merupakan bagian dari jihad, yakni upaya menjaga jiwa atau khifdhun-nafs yang juga menjadi perintah agama.

Mudik menurutnya akan membahayakan diri sendiri, juga keluarga yang dikunjungi. "Mencegah kemudharatan itu harus lebih didahulukan daripada mengambil maslahat" kata Zainut kepada wartawan.

"Itu adalah merupakan kewajiban agama. Keselamatan jiwa itu harus utama dan harus didahulukan. Jadi orang yang tidak mudik itu sama dengan berjihad," ucap Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini.

"Jihad untuk kemanusiaan tentunya karena kita dalam situasi yang membahayakan baik untuk diri sendiri maupun orang lain," kata Zainut.

Untuk itu ia mengimbau masyarakat mematuhi larangan mudik. Larangan mudik ini, kata Zainut, semata-mata demi upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Zainut mengatakan, pandemi COVID-19 belum usai. Masyarakat Indonesia perlu belajar dari penyebaran COVID-19 yang demikian masif di sejumlah negara, terutama India