Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.450 per dolar AS (US$) pada perdagangan pasar spot Senin sore (3/5/2021).

Posisi tersebut melemah 0,03 persen dibandingkan penutupan perdagangan pada Jumat sore (30/4/2021) yang berada di level Rp14.445 per US$.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.467 per dolar AS, atau melemah dibandingkan posisi akhir pekan lalu yakni Rp14.453 per dolar AS. Dikutip dari CNNIndonesia, Senin sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Semisal, Yen Jepang melemah 0,28 persen, dolar Singapura melemah 0,07 persen, dolar Taiwan melemah 0,15 persen, dan won Korea Selatan melemah 1,00 persen.

Kemudian, yuan China melemah 0,04 persen, ringgit Malaysia melemah 0,40 persen dan bath Thailand terpantau menguat 0,10 persen. Sebaliknya, peso Filipina menguat 0,19 persen dan rupee India menguat 0,10 persen.

Sementara itu, mata uang di negara maju juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,24 persen, dolar Australia melemah 0,12 persen, dan dolar Kanada melemah 0,10 persen. Hanya franc Swiss yang menguat 0,07 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan dolar AS terhadap rupiah dan mata uang lainnya, dipicu kehati-hatian investor terhadap prospek inflasi global. Sebagai dampak stimulus COVID-19 di AS, serta kelanjutan kebijakan moneter The Fed.

Informasi saja, Menteri Keuangan AS, Janet Yellen dalam tayangan televisi mengatakan, tidak ada dampak inflasi dari rencana pengeluaran pemerintah, karena pengeluaran baru untuk keluarga dan infrastruktur akan tersebar selama bertahun-tahun.

Namun, belanja konsumen AS mengalami rebound pada Maret karena rumah tangga menerima tambahan uang bantuan covid-19 dari pemerintah. "Investor sekarang menunggu lebih banyak data ekonomi AS, termasuk Indeks Manajer Pembelian Manufaktur Institute of Supply Management (ISM) dan penggajian non-pertanian April, selama seminggu," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sementara dari dalam negeri belum ada sentimen khusus yang mempengaruhi gerak rupiah pada hari ini. "Untuk perdagangan besok rupiah kemungkinan berfluktuasi di rentang Rp14.440-14.480 per dolar AS," tandasnya.