Tahun 2020 bisa jadi memang tahun musibah alias pagebluk (Jawa) bagi BUMN. Karena tahun itu Indonesia terjangkit pandemi COVID-19 yang melumpuhkan perekonomian nasional.

Namun, bukan berarti pebisnis harus menyerah dengan keadaan. Di kala sulit, tentu saja masih ada celah untuk mengeduk cuan alias untung. Asalkan mau kerja keras, serta konsisten.

Sebut saja, PT Aneka Tambang Tbk (Persero/Antam) yang berhasil membukukan laba berjalan di kuartal I-2021, sebesar Rp630,38 miliar. Seratur delapan puluh derajat dengan kuartal I-2020 yang menanggung rugi Rp281,84 miliar.

Pertumbuhan profitabilitas perseroan juga tercermin dari capaian laba kotor sebesar Rp1,63 triliun, tumbuh 189 persen dari kuartal I-2020. Sementara capaian laba usaha sebesar Rp793,89 miliar pada kuartal I-2021. Capaian tersebut melonjak 477 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Peningkatan ini didukung oleh pertumbuhan penjualan serta pengelolaan biaya beban pokok penjualan dan usaha yang optimal," kata Sekretaris Perusahaan Antam, Kunto Hendrapawoko dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (3/5/2021).

Perusahaan juga mencatatkan ebitda atau laba sebelum pajak sebesar Rp1,24 triliun, meningkat 36 kali dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp34,13 miliar. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan kinerja operasi dan penjualan komoditas utama Antam serta peningkatan efisiensi biaya.

Selain itu arus kas bersih perusahaan yang diperoleh dari aktivitas operasi pada kuartal I sebesar Rp1,88 triliun, tumbuh signifikan dari kuartal I-2020 sebesar Rp18,87 miliar.

Pertumbuhan arus kas bersih dari aktivitas operasi tersebut juga memperkokoh perolehan kenaikan arus kas dan setara kas Antam mencapai Rp1,26 triliun. Meningkat dibandingkan kuartal I-2020 sebesar Rp546,16 miliar. "Sehingga memperkokoh struktur keuangan Antam yang tercermin dari saldo kas dan setara kas pada kuartal I-2021 sebesar Rp5,33 triliun," jelas Kunto.