Pemerintah telah melarang mudik Lebaran 2021 untuk periode 6-17 Mei 2021. Mudik tetap diperbolehkan, tapi hanya untuk beberapa kategori orang saja dengan sejumlah syarat dokumen.

PT Jasa Marga (persero) Tbk memprediksi jumlah kendaraan keluar Jabodetabek pada arus mudik tanggal 6-12 Mei 2021 (H-7 sampai H-1) sebesar 593.185 kendaraan. Jumlah ini naik 27,19 persen dari Lebaran 2020.

"Prediksi puncak mudik pada tanggal 11 Mei 2021 (H-2) sebesar 109.327 kendaraan," kata Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga, Atika Dara Prahita, dalam konferensi pers di Jasa Marga Toll Road Command Center, Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 4 April 2021.

Atika juga mengatakan prediksi 593.185 kendaraan ini turun 49,53 persen dibandingkan Lebaran 2019. Selain itu, angka ini turun 35,9 persen dari lalu lintas normal 2020.

Sebelumnya, pemerintah telah melarang mudik Lebaran 2021 untuk periode 6-17 Mei 2021. Mudik tetap diperbolehkan, tapi hanya untuk beberapa kategori orang saja dengan sejumlah syarat dokumen. Untuk pengawasannya, maka Jasa Marga akan kembali melakukan random check kelengkapan syarat pemudik, seperti tahun lalu.

Selain arus mudik, Jasa Marga memprediksi jumlah kendaraan masuk Jabodetabek Arus Balik tanggal 15-21 Mei 2021 (H+1 sampai dengan H+7) sebesar 581.224 kendaraan. 

Jumlah ini turun 58,85 persen dari lebaran 2019, atau naik 32,5 persen dari Lebaran 2020.
Selain itu, jumlah kendaraan ini turun 34,5 persen dari lalu lintas Normal 2020. 

"Prediksi puncak balik pada tanggal 18 Mei 2021 (H+2) sebesar 124.100 kendaraan," kata Atika saat menjelaskan soal mudik dan arus balik.