Gerindra dan PKS berkoalisi pada Pilpres 2014 dan 2019 lalu. Pada 2014, usai kalah di Pilpres, Gerindra dan PKS masih berada di luar pemerintahan.

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengaku masih saling menegur dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meski kini sudah berpisah jalan usai Pilpres 2019 lalu. 

Prabowo menyampaikan itu usai menerima kedatangan jajaran pengurus PKS di di Gedung DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (4/5).

"Kita saling menegur kadang-kadang sebagai kawan, boleh koreksi dan boleh saling mengingatkan, saya kira itu dari saya," kata Prabowo.

Diketahui, seperti dilansir CNN Indonesia, Gerindra dan PKS berkoalisi pada Pilpres 2014 dan 2019 lalu. Pada 2014, usai kalah di Pilpres, Gerindra dan PKS masih berada di luar pemerintahan.

Namun usai 2019, Gerindra memutuskan untuk bergabung bersama koalisi pemerintah. Sementara PKS tetap berada di luar pemerintah.

"Mereka sekarang di luar koalisi pemerintah, kita dalam koalisi pemerintah," kata Prabowo yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan itu.

Prabowo mengamini bahwa Gerindra dan PKS memiliki perbedaan pada aspek tertentu. Namun, bukan berarti itu hal yang tidak baik.

Dia juga menekankan hubungannya dengan PKS masih terjalin dengan baik meski saat ini Gerindra sudah bergabung bersama koalisi pemerintah.

"Yang jelas PKS berkomitmen untuk menjaga keutuhan negara bersama-sama membangun negara. Saya kira itu," katanya.

Saat ditanya apakah keduanya berpeluang kembali berkoalisi pada Pilpres 2024 mendatang, Prabowo tak menjawab pasti. Dia hanya menyebut apa yang ada di depan biar tetap di depan. "Kalau ke depan ya ke depan," katanya.

PKS kembali melanjutkan silaturahmi politik. Pada hari ini, Selasa (4/5), jajaran pengurus PKS kepemimpinan Ahmad Syaikhu menemui pengurus Gerindra.

Sebelumnya, PKS sudah berkunjung ke kantor DPP Demokrat, NasDem, PDIP, Golkar, PPP dan PKB.