Tim ekonomi di bawah komando Menko Perekonomian Airlangga Hartarto gembar-gembor bahwa perekonomian di kuartal II bisa terbang hingga 7%. Rasanya sulit karena kuartal I saja angkanya minus 0,74%.

Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah, pesimistis dengan proyeksi Presiden Jokowi bahwa pertumbuhan ekonomi mampu mencapai 7 persen di kuartal II 2021.

Menurutnya, masih ada sejumlah risiko yang membayangi perekonomian domestik. “Di triwulan II ini akan mulai positif, walaupun kita enggak seoptimis Pemerintah, kita enggak berani seyakin itu sampai 7 persen seperti yang disebut Pak Presiden, tapi kita harus korting, jangan nanti salah dalam proyeksikan ini,” ujar Piter dalam webinar FMB bertajuk Penyerapan Dana PEN 2021, Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi bisa saja tumbuh lebih dari yang diinginkan pemerintah, bahkan mencapai 10 persen. Namun proyeksi itu tetap harus realistis dan disesuaikan dengan berbagai risiko yang masih besar, seperti terjadinya gelombang kedua dan ketiga COVID-19. "Jadi kembali, outlook ke depan baik on track pemulihan ekonomi nasional tetapi yang harus diingat ada risiko dan menghadapi risiko ini," jelasnya.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa, mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal II ini bisa tumbuh di kisaran 7-8 persen. Hal ini tercermin dari beberapa indikator ekonomi yang sudah menunjukkan tren pemulihan. "Kita optimis di sekitar 7-8 persen karena pertama kuartal II 2020 kemarin negatif sangat dalam jadi untuk mencapai itu kita optimis ke sana," kata Kunta.

Dia mengatakan, beberapa indikator ekonomi pada Januari-Februari masih ada beberapa yang merah. Namun di Maret sudah mulai hijau. Artinya ini menunjukkan perekonomian Indonesia sudah menunjukkan tren pemulihan sesuai dengan yang diharapkan oleh pemerintah. "Kita melihat indikator-indikator yang menunjukkan pemulihan itu terjadi dan kita konsisten dan mensupport pemulihan," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memproyeksi pertumbuhan ekonomi akan positif di kuartal II ini. Menurutnya, perbaikan ekonomi bisa dicapai karena kasus harian positif COVID-19 yang bisa ditekan. "Bulan Maret-April ini sudah kelihatan, ekonomi sudah hampir menuju pada posisi normal. Sehingga target kita secara nasional di tahun 2021 ini target pertumbuhan kita 4,5-5,5 persen itu bisa kita capai," ujar Presiden Jokowi dalam siaran video Pengarahan Presiden RI kepada Kepala Daerah se-Indonesia Tahun 2021, dikutip Kamis (29/4/2021).

"Kalau kita bisa menekan COVID-nya, tanpa membuat guncangan di ekonomi, inilah keberhasilan. Dan target kita kurang lebih 7 persen harus tercapai. Kalau itu bisa tercapai, Insyaallah kita pada kuartal berikutnya akan lebih memudahkan," tambahnya.

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2021 minus 0,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Angka ini masih lebih rendah jika dibandingkan kuartal I 2020 yang positif 2,97 persen (yoy). Dengan demikian, Indonesia masih terbelit resesi. Perekonomian masih minus sejak kuartal II tahun lalu hingga akhir Maret 2021.