Sehebat apa pun tidak akan bisa, karena permasalahannya bukan hanya sekecil itu. Operasi militer pun tidak bisa operasi tempur. Tidak akan selesai

Mantan panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengatakan langkah pemerintah mengerahkan 400 personel TNI 'yang disebut 'Pasukan Setan' tak akan cukup untuk mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang telah ditetapkan pemerintah sebagai kelompok teroris sejak 29 April 2021 lalu

"Jangan mengharapkan menyelesaikan suatu kondisi Papua itu hanya dengan operasi militer," tutur Gatot Nurmantyo dikutip dari kanal YouTube tvOneNews.

Gatot bahkan pesimis KKB bisa diatasi dengan pendekatan militer lantaran apa yang terjadi di Papua bukanlah masalah kecil.

"Sehebat apa pun tidak akan bisa, karena permasalahannya bukan hanya sekecil itu. Operasi militer pun tidak bisa operasi tempur. Tidak akan selesai," ujarnya.

Gatot menyarankan agar pemerintah lebih fokus ke pendekatan teritorial yang sifatnya mewadahi aspirasi rakyat.

"Harus operasi teritorial, yaitu merebut hati dan pikiran rakyat," ungkapnya.

Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa apa yang telah dia sampaikan merupakan peringatan yang tak bisa diabaikan begitu saja jika ingin masalah KKB di Papua terselesaikan.

"Ini saya ingatkan tidak akan bisa," ujar Gatot Nurmantyo.

Sebelumnya, TNI AD kembali mengirim pasukan elitenya ke Papua untuk membantu pengejaran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Kali ini pasukan yang dikirim yaitu Pasukan Setan dari Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) dari Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III/Siliwangi Kolonel Infanteri F.X. Sri Wellyanto mengatakan, Pasukan Setan yang dikirim sebanyak 400 orang. Mereka akan membantu penciptaan situasi kondusif di Papua pascapenetapan KKB sebagai teroris.

“Iya sudah disiapkan, pasukan setan 400 personel,” kata Wellyanto saat dihubungi, Kamis (6/5).