Pemimpin bijak, pandai, bisa jaga rasa jaga hati rakyat yang 90 persennya adalah umat Islam ada di bumi ini

Anggota dewan pakar ICMI Anton Tabah menyoroti pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengajak makan babi saat perayaan Lebaran. Ia pun tak habis pikir, bahkan bertanya-tanya apakah memang ajakan tersebut disengaja oleh Presiden Jokowi atau tidak.

"Padahal ia ngaku Muslim. Bicara Idul Fitri kenapa bicara Bipang (Babi panggang)?" kata Anton kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (8/5).

Anton melihat Jokowi sangat krisis empaty, tidak peka dengan perasaan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim.  

"Pemimpin bijak, pandai, bisa jaga rasa jaga hati rakyat yang 90 persennya adalah umat Islam ada di bumi ini," ujarnya.

Namun disisi lain, ia seakan telah memaklumi bahwa Indonesia saat ini tengah diuji dengan diberikannya jabatan Presiden kepada Joko Widodo yang selama ini dikenal memiliki cara kerja serampangan.

"Sering salah ketik, salah tanda tangan dll. Kini salah kata yang tidak tepat baik secara sosial budaya timing waktu apalagi agama," pungkasnya.

Sebelumnya, pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengajak masyarakat belanja online untuk kuliner disindir netizen. Pasalnya, Presiden Jokowi menyebut Bipang Ambawang Pontianak, Kalimantan Barat.

Bipang merupakan singkatan dari babi panggang, kuliner khas Kalimantan Barat. Sontak saja, video Jokowi tersebut viral di media sosial dan mendapat tanggapan yang beragam dari warganet di media sosial.

"Karena masih dalam suasana pandemi pemerintah melarang mudik dan untuk bapak ibu yang rindu masakan atau kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh bisa memesannya secara online," kata Jokowi dalam satu video yang dibagikan di media sosial.

"Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, empek empek Palembang, bipang Ambawang Kalimantan dan lain-lain tinggal pesan dan makanan kesukaan kesukaan akan sampai di rumah," ujarnya.