Kuliner khas daerah yang disebut Presiden Jokowi dalam video dimaksudkan untuk mempromosikan kuliner nusantara yang memang sangat beragam.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi angkat bicara terkait dengan viralnya potongan video Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang Bipang khas Ambawang, Kalimantan Barat.

"Pertama kita harus melihat dalam konteks secara keseluruhan, pernyataan Bapak Presiden dalam video yang mengajak masyarakat Indonesia mencintai dan juga membeli produk lokal," kata Lutfi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/5/2021).

Lebih lanjut, Lutfi dikutip Kontan.co.id menuturkan, momen Lebaran segera tiba. Namun Pemerintah memutuskan dalam libur lebaran ini tidak ada cuti bersama yang panjang dan melarang mudik untuk memutus penyebaran Covid-19.

"Sebelum tahun 2020, saat kita belum menghadapi pandemi, libur lebaran juga dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita yang non-muslim untuk berlibur, baik berkunjung ke keluarga di kampung halaman maupun ke tempat wisata," terangnya.

"Coba silakan disimak data-data tentang pariwisata di tahun 2019 dan sebelumnya, di saat libur lebaran, semua hotel, kawasan wisatan, rumah makan dipenuhi oleh wisatawan lokal," sambungnya.

Lutfi juga mengingatkan bahwa 13-14 Mei 2021 adalah libur Hari Raya Idul Fitri dan 13 Mei 2021 juga adalah hari libur Kenaikan Yesus Kristus. Jadi ada dua hari libur keagamaan yang dirayakan dalam waktu yang bersamaan.

"Pernyataan Bapak Presiden tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya yang memiliki kekayaan kuliner nusantara dari berbagai daerah. Setiap makanan memiliki kekhasan dan menjadi makanan favorit lokal," jelas Lutfi.

Dia lantas kembali menegaskan bahwa kuliner khas daerah yang disebut Presiden Jokowi dalam video dimaksudkan untuk mempromosikan kuliner nusantara yang memang sangat beragam.

Tentu  kuliner tersebut dikonsumsi, disukai, dan dicintai oleh berbagai kelompok masyarakat yang juga beragam. 
 
"Mari kita bangga dan promosikan kuliner nusantara yang beragam sehingga bisa menggerakkan ekonomi, teruatama UMKM. Dan... Mari kita tunjukkan bersama-sama bahwa Kita adalah bangsa besar yang menghormati perbedaan, dan ini kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Viral Jokowi Ajak Beli Bipang
Adapun sebelumnya, jagat dunia maya tengah ramai Bipang.
Hal ini menyusul beredarnya video pidato Presiden Jokowi yang mempromosikan bipang khas Ambawang, Kalimantan Barat.
Potongan video Jokowi itu ramai di Twitter. Kata "bipang" bahkan menjadi trending topic di media sosial tersebut.

"Untuk bapak ibu dan saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasannya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya tinggal pesan, dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," kata Jokowi dalam video tersebut.

Bipang sendiri bisa berupa kue beras dan ada pula bipang babi panggang.
Namun, narasi yang beredar di media sosial adalah bipang babi panggang.
Netizen banyak yang menyoroti bipang yang dinarasikan sebagai babi panggang yang termasuk makanan haram bagi umat Islam.

Mereka bahkan mempertanyakan mengapa Presiden Jokowi mempromosikan bipang Ambawang pada saat menjelang Lebaran.
Berdasarkan penelusuran, video tersebut merupakan potongan video pidato Jokowi yang diunggah di akun YouTube Kementerian Perdagangan pada 5 Mei 2021.

Video bertajuk '05.05 Hari Bangga Buatan Indonesia' itu berisi acara peringatan bangga dengan produk lokal.

Bipang Ambawang adalah kuliner babi panggang khas Kalimantan Barat. Kuliner ini dinilai tak layak untuk dipromosikan pada momen Ramadhan dan menjelang Idul Fitri ini. Sebab, makanan babi panggang ini haram dikonsumsi oleh muslim.