Setiap tahunnya sekitar 7 juta warga Jabodetabek mudik dan mengalirkan uang hingga Rp 10 triliun.

Kebijakan penutupan larangan mudik Lebaran membuat perputaran uang di Jakarta bergairah. Diperkirakan uang berputar akan memcapai Rp 1,25 triliun

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan KADIN DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, warga Jakarta yang tidak mudik akan mengunjungi mal, restoran, cafe, Ancol dan pusat hiburan lainnya.

“Biasanya uang ini akan mengalir ke daerah tujuan mudik,namun karena larangan mudik yang sangat ketat maka uang tersebut berpotensi akan beredar di Jakarta dan sekitarnya,” ungkapnya melalui keterangan tertulis seperti yang dikutip kumparan, Sabtu (8/5).

Berdasarkan catatannya, setiap tahunnya sekitar 7 juta warga Jabodetabek mudik dan mengalirkan uang hingga Rp 10 triliun. Namun tahun ini terpaksa terhambat karena adanya kebijakan larangan mudik.
Sarman memperkirakan akan terjadi perputaran uang Rp 1,25 triliun jika diasumsikan setiap keluarga membelanjakan paling sedikit Rp 500 ribu selama liburan Lebaran di Jakarta.

“Ini perkiraan perputaran uang paling rendah dan ada kemungkinan di atas itu,” katanya dikutip Kumparan.com.

Dengan demikian, ia memperkirakan sektor rumah tangga di DKI Jakarta akan meningkat tajam apalagi setelah mendapat dorongan dari THR. Data Bank Indonesia menyebutkan peredaran uang dalam bentuk uang tunai selama masa Idul Fitri 1442 di seluruh Indonesia diperkirakan sebesar Rp 152,14 triliun, meningkat sebesar 39,33 persen (yoy) dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 109,20 triliun.

Jika perputaran uang ini terealisasi selama masa Idul Fitri maka akan sangat efektif untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II-2021 yang dipatok di angka 7 persen,naik signifikan dari kuartal I-2021 yang masih minus 0,74 persen.

Ketimpangan Daerah Saat Lebaran

Perputaran uang di daerah pada Lebaran tahun ini akan sangat timpang. Hal ini membuat pemulihan ekonomi di daerah lebih lama dibanding di Jakarta.

Ekonom Institute for Development of Economics Finance (Indef), Bhima Yudhistira memperkirakan daerah hanya akan menikmati sekitar 20-25 persen dari total perputaran uang saat Lebaran yang mencapai Rp 160 triliun.

“75 persen terkonsentrasi di Jabodetabek,” katanya kepada kumparan, Sabtu (8/5).

Sektor konsumsi akan sangat banyak berputar di Jabodetabek. Sementara tempat-tempat wisata daerah akan berpotensi kehilangan pendapatan.

“Nanti yang terjadi pemulihan ekonomi di Jakarta lebih cepat, jadi daerah lain masih terjadi pengangguran, kemiskinan daya beli rendah sementara di Jakarta naik cepet itu yang sebenarnya memicu ketimpangan pascalebaran,” jelas Bhima.