Rata-rata harga daging sapi kualitas 1 secara nasional mencapai Rp 128.000 per kg, naik 0,43 persen dari hari sebelumnya. Sementara harga daging sapi kualitas 2 Rp 118.150 per kg.

Diam-diam harga beberapa komoditas pangan menjelang Lebaran mulai merangkak naik. Meskipun di antaranya stabil, bahkan menurun.

Melansir Pusat Informasi Harga Pangan Nasional, Sabtu (8/5), rata-rata harga daging sapi kualitas 1 secara nasional mencapai Rp 128.000 per kg, naik 0,43 persen dari hari sebelumnya. Sementara harga daging sapi kualitas 2 Rp 118.150 per kg.

Bahkan di Jakarta, seperti dikutip dari Info Pangan, harga daging sapi has mencapai Rp 138.953 per kg dan harga daging sapi murni Rp 134.565 per kg. Harga daging sapi has tertinggi berada di Pasar Tebet, Jakarta, yakni Rp 160.000 per kg.

Selain itu, rata-rata harga daging ayam ras secara nasional juga naik menjadi Rp 37.000 per ekor. Di Jakarta, harga daging ayam ras mencapai Rp 40.800 per ekor, bahkan di Pasar Anyer Bahari mencapai Rp 60.000 per ekor.

Kenaikan tertinggi selanjutnya terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Secara nasional harganya mencapai Rp 66.300 per kg. Di Jakarta, harganya mencapai Rp 62.967 per kg.

Minyak goreng bermerek juga naik menjadi Rp 15.000 per kg secara nasional, bawang merah naik menjadi Rp 33.200 per kg, bawang putih naik menjadi Rp 30.300 per kg, dan telur ayam ras naik menjadi Rp 26.100 per kg secara nasional.

Meski demikian, harga komoditas lainnya stabil dan cenderung menurun. Harga beras IR64 atau ramos di Jakarta turun menjadi Rp 11.257 per kg, beras medium Rp 9.812 per kg, beras muncul Rp 12.093 per kg, dna beras setra atau premium Rp 12.392 per kg.

Selain itu, gula pasir kualitas premium tetap Rp 15.500 per kg secara nasional dan gula pasir lokal Rp 13.400 per kg secara nasional.

Sementara untuk di Jakarta, harga gula pasir mulai turun Rp 13.840 per kg. Di Pasar Pondok Labu bahkan hanya Rp 13.000 per kg.

Sebelumnya, harga gula pasir yang stabil menjelang Idul Fitri juga disoroti Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Gde Sumarjaya Linggih. Hal ini, juga didukung oleh Satgas Pangan, utamanya di Polda Jatim, yang gencar melakukan penegakan hukum terhadap penumpukan gula rafinasi.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan ketersediaan bahan baku industri gula di tahun ini. Hal tersebut sejalan dengan terbitnya Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Jaminan Ketersediaan Bahan Baku Industri Gula dalam rangka Pemenuhan Kebutuhan Gula Nasional.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim mengatakan, saat ini stok gula berlimpah. Sehingga isu kelangkaan gula, khususnya bagi sektor industri, perlu dibuktikan.

"Sangat mencukupi, karena gula rafinasi didistribusikan berdasarkan kebutuhan," ujar Abdul dalam keterangannya, Kamis (15/4).